Sunday, 15 September 2019

Ratusan Hektar Sawah Petani Indramayu Diserang Wereng, Petani Rugi Ratusan Juta

Kamis, 20 Juli 2017 — 15:03 WIB
Salah seorang petani menunjukkan  sawah yang gagal panen karena serangan hama wereng. (taryani)

Salah seorang petani menunjukkan sawah yang gagal panen karena serangan hama wereng. (taryani)

INDRAMAYU (Pos Kota) – Ratusan Hetar tanaman padi milik para petani di 3 Kecamatan; Anjatan, Bongas dan Haurgeulis,  Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, terancam gagal panen akibat serangan hama wereng yang mengganas.

Akibatnya petani terancam kehilangan pendapatan dari hasil panen  padi, rata-rata sebesar Rp25 juta per Hektar.

Menurut salah seorang petani di Desa Salamdarma, Kecamatan Anjatan,  Ny.Tarinah, 43 mengemukakan, serangan hama wereng berlangsung sangat singkat, tapi sudah merusak puluhan hektar tanaman padi milik para petani di Desa Salamdarma.

Untuk menanggulangi serangan hama wereng yang menyerang tanaman padi itu  pihaknya sudah berupaya melakukan penyemprotan pestisida. Tetapi sangat disayangkan, upaya tersebut  tidak membuahkan hasil yang maksimal. Wereng masih terus menyerang tanaman padi.

“Hampir semua saudara dan  orang tua dan tetangga  gagal panen , karena tanaman padi mati diserang wereng. Kami hanya bisa pasrah,” ujar Tarinah yang 10 hektar sawahnya ludes dimakan wereng.

Menurutnya, setiap  1 hektar sawah mengahasilkan  6 ton gabah  seharga Rp5 juta. Jika dikalikan jumlahnya  mencapai Rp30 juta per Hektar atau Rp300 juta jika 10 Hektar.

Petani lainnya, Kasmita, 49 menerangkan, tanaman padi yang terserang hama wereng sulit ditanggulangi dengan pestisida merk apapun. “Pokoknya setiap tanaman padi yang diserang hama wereng itu pasti membuat tanaman padi mati dan gagal panen,” katanya.

Padi  yang terserang hama wereng itu ciri-cirinya daun padi berubah warna,  dari hijau menjadi  kuning pirang. “Itu tandanya tanaman padi akan mati dan sudah tidak ada harapan bisa tumbuh normal,” katanya.

Tanaman padi yang gagal panen karena serangan hama wereng tak hanya melanda tanaman padi milik para petani di Kecamatan Anjatan saja, tetapi juga menyerang tanaman padi di Kecamatan Haurgeulis dan Bongas. (taryani/tri)