Sunday, 18 November 2018

Wow!! Istri Lebih Banyak Gugat Cerai Suami

Kamis, 20 Juli 2017 — 14:58 WIB
Para wanita yang mencari kepastian rumah tangganya di Pengadilan Agama Cikarang. (Saban)

Para wanita yang mencari kepastian rumah tangganya di Pengadilan Agama Cikarang. (Saban)

BEKASI (Pos Kota) – Jumlah istri yang menggugat cerai lebih banyak katimbang suami yang menggugat talak, di Kabupaten Bekasi.

“Setiap bulan naik terus dan kebanyakan perempuan yang mengugat cerai,” ujar Komalasari, anggota Pos Bantuan Hukum (Posbakum) Pengadilan Agama Cikarang, Kamis (20/07/2017).

Para istri ini menggugat cerai suaminya karena beberapa hal, “Tapi kebanyakan ada empat penyebabnya,” lanjut Komalasari yang tugasnya membuat gugatan jika pemohon tidak memakai pengacara.

Keempat penyebab timbulnya gugatan itu seperti, tidak memberi nafkah lahir dan bathin, KDRT (Kekerasan Dalam Ruamh Tangga), kurang terbuka dan selingkuh atau pihak ketiga.

Berdasarkan catatan data perkara Cerai Talak dan Cerai Gugat, di Pengadilan Agama Cikarang sejak Januari 2017 hingga Juni 2017, tercatat ada 367 perkara Cerai Talak (suami menggugat) dan 805 Cerai Gugat (Istri menggugat).

Dari enam bulan itu, perkara yang terkecil ada di bulan Juni, karena masuk bulan puasa, jumlahnya 28 Cerai Talak daan 44 Cerai Gugat. Sedaangkan bulan yang angka gugatan terbanyak ada di Bulan Maret mencapai 58 Cerai Talak dan 171 Cerai Gugat.

Acih, 30, seorang istri yang mengajukan gugatan mengatakan, sebagai istri tidak mau digantung dan harus ada kepastian, “Kalau saya tidak gugat nasib saya gimana,” ujar warga Mangunjaya, Tambun Selatan, sambil mengatakan dirinya terpaksa karena saat ini rumah tangganya sudah jenuh dan banyak kepalsuan, “Kalau nggak diambil tindakan tegas, ” lanjut ibu tiga anak ini.

Ramainya gugatan cerai ini, menyebabkan antrean sidang penuh, meski ruang sidang disediakan dua tempat.
(saban/sir)