Sunday, 18 November 2018

Profesor UI: Novanto Diganti, Golkar Rawan Perpecahan

Sabtu, 22 Juli 2017 — 17:48 WIB
Setya Novanto (dok).

Setya Novanto (dok).

JAKARTA (Pos Kota,) – Koalisi partai politik (parpol) pendukung pemerintah rawan pecah dengan status tersangka yang disandang Ketua Umum Partai Golkar.

Demikian disampaikan Guru Besar Universitas Indonesia (UI) Prof Maswadi Rauf di Jakarta,  Sabtu (22/7). “Sampai sekarang memang Golkar masih menyatakan mendukung pemerintah,” ujar Maswadi.

Namun ke depan   menurut Maswadi,  ketika terjadi perubahan kepemimpinan di Golkar bisa saja terjadi dengan status tersangka yang disandang Setya Novanto.

“Apalagi Ketua Umum Golkar yang baru (pengganti Novanto) juga mencalonkan diri menjadi calon presiden atau wakil presiden di Pilpres 2019,” terang Maswadi.

Sebab itu,  saran Maswadi,  Jokowi harus mencermati perubahan yang akan terjadi di Golkar kalau akan mencalonkan lagi di Pilpres 2019 dengan mendapatkan dukungan dari partai tersebut.

Ia mengatakan Jokowi harus mendapatkan dukungan dari Partai Golkar untuk mendapatkan kewenangan di Pilpres 2019,  artinya tidak hanya mengantarkan PDIP saja,  apalagi PDIP mengalami kekalahan di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di beberapa daerah.

Maswadi menambahkan semua masih berpeluang bagi partai politik lain untuk mengajukan calon presiden dan wakil presiden untuk bertarung di Pilpres 2019.

“Sekarang memang parpol pendukung pemerintah cukup solid kecuali PAN,  tapi bukan tidak mungkin koalisi ini pecah,  dan sudah didepan adalah perubahan politik di Golkar dengan status tersangka Novanto,” Maswadi menegaskan. (Johara/win)