Monday, 19 August 2019

Timor Leste Gelar Pemilu Parlemen

Sabtu, 22 Juli 2017 — 14:23 WIB
Antrean Warga Timor Leste untuk memberikan suaranya dalam Pemilu Parlemen, Sabtu (22/7/2017). (reuters)

Antrean Warga Timor Leste untuk memberikan suaranya dalam Pemilu Parlemen, Sabtu (22/7/2017). (reuters)

Timor Leste – Lebih dari 700.000 warga Timor Leste menggunakan hak pilihnya di Pemilu Parlemen, Sabtu (22/7/2017). Mereka akan memilih 65 anggota parlemen dari 21 partai berbeda, untuk nantinya menentukan seorang perdana menteri.

“Saya berharap partai yang memenangkan pemilihan ini akan membangun Timor Timur menjadi lebih baik dari sebelumnya,” ujar seorang warga Maria Magdalena, 28, usai memberikan suara seperti dilansir Reuters, Sabtu (22/7/2017). “Saya hanya ingin semuanya berjalan lancar, damai dan tidak ada konflik di negara ini,” tambahnya.

Pada pemilihan presiden yang dilanksanakan Maret 2017 lalu, mantan pejuang kemerdekaan Francisco “Lu Olo” Guterres memenangkan suara dan terpilih menjadi presiden Timor Leste berikutnya.

Pemilihan presiden dan parlemen tahun ini merupakan yang pertama sejak PBB mengakhiri operasi pemeliharaan perdamaiannya pada akhir tahun 2012.

Pada Pemilu parlemen yang berlangsung hari ini, mantan presiden pertama Timor Leste, Xanana Gusmao, diprediksi menjadi kandidat kuat untuk jabatan perdana menteri.

“Setelah bulan yang melelahkan, saya percaya bahwa kita akan menang. Jika menang, kami akan melakukan yang terbaik untuk menyelamatkan bangsa dan negara ini,” katanya kepada wartawan sebelum memberikan suaranya.

Jika partainya menang, Gusmao mengatakan akan melanjutkan pembangunan yang berfokus pada pertanian dan pariwisata serta minyak dan gas.

Tempat pemungutan suara akan ditutup pada Sabtu (22/7/2017) sore, sekitar pukul 16.00 waktu setempat. Hasil sementara baru bisa diketahui pada Sabtu  malam waktu setempat. Sedangkan hasil resmi baru diumumkan pada awal Agustus mendatang. (embun)