Monday, 23 October 2017

DULU ADA BUDI PEKERTI

Rabu, 26 Juli 2017 — 5:19 WIB

SIDANG Paripurna DPR-RI Kamis (20/7), akhirnya menyetujui RUU tentang Pemilu dijadikan UU. Pengesahan diwarnai aksi boikot, keluar ruangan anggota Fraksi Gerindra, PKS, PAN dan Demokrat.

Dengan pengesahan itu , maka “bola panas” UU Pemilu yang juga berisi Presidential Threshold atau ambang batas pencalonan presiden sebesar 20%, kini beralih dari DPR-RI ke MK karena beberapa orgnisasi termasuk perorangan, di antaranya Yusril Ihza Mahendra menyatakan akan menggugat ke MK.

MK nantinya yang akan memutuskan apakah membatalkan UU atau menolak gugatan.

Dulu di sekolah ada pelajaran budi pekerti. Pada tahun 1974, Pendidikan Moral Pancasila (PMP) mulai dikenalkan pemerintah. Dan setahun kemudian dikenalkan di sekolah-sekolah menggantikan budi pekerti dan Pendidikan Kewarganegaraan.

Pada tahun 1975 indoktrinasi tentang Pancasila secara lebih luas diperkenalkan lewat P 4 (Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila). Maret 1979 dibentuk BP-7 (Badan Pembinaan Pendidikan Pelaksanaan P4). Ini masa Orde Baru.

Reformasi 1998 menggerus dan memusnahkan apa-apa yang dilakukan Pemerintah Orde Baru. Apa yang dilakukan Orde Baru dianggap tidak baik. Keluarga Berencana (KB) dianggap tidak baik. Akibatnya jumlah penduduk meningkat. Kesehatan anak-anak terganggu.

Akhirnya program KB dihidupkan kembali. Begitu juga Posyandu. BP7 yang mengurusi penataran P4 ditutup. Belakangan mulai dikeluhkan, Pancasila sudah dilupakan. Posisinya sudah dianggap dalam keadaan berbahaya. Presiden lalu membentuk Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKPPIP). Kepala Unitnya, Yudi Latif, menyebutkan selama 20 tahun penanaman Pancasila dinilai lemah.

Apa beda P4 dan PIP? P4 orientasinya penataran dan bersifat doktrin. PIP dimensinya horizon. Lebih luas. Strukturnya lebih ringkas. Dulu jejaring BP7 sampai tingkat kelurahan. UKPPIP tidak.

Unit kerja ini hanya menggodok konsep yang nantinya dijalankan berbagai lembaga. Bedanya lagi, Kepala BP7 tingkat kepala badan. Kepala UKPPIP setingkat menteri. Tentu fasilitasnya beda. Dan nantinya tidak ada penataran. Pancasila ditanamkan lewat pendidikan.

Memang seharusnya Pancasila ditanamkan sejak di sekolah-sekolah. Dulu namanya budi pekerti kemduian diganti PMP. Hanya tidak berjalan dengan baik. Akibatnya, seperti yang dikatakan Yudi Latif, selama 20 tahun penanaman Pancasila lemah.

Pertanyaannya, apakah UKPPIP mampu menggenjot penanaman Pancasila? Sementara yang mengrogoti dan merongrong semakin meningkat.

Tapi apa pun kita perlu optimis. Kesalahan masa lalu jangan terulang kembali. UKPPIP ditantang untuk bekerja keras. Situasinya sudah jauh berbeda. Dulu murid takut kepada guru. Sekarang malah murid memacari guru. Mudah-mudahan UKPPIP berhasil. (lubis1209@gmail.com)*