Tuesday, 22 May 2018

Jokowi Didesak Bentuk TGPF Ungkap Kinerja Polisi Tangani Novel

Rabu, 26 Juli 2017 — 18:48 WIB
media

JAKARTA (Pos Kota) – Koalisi Masyarakat Sipil Peduli KPK yang terdiri dari PP Pemuda Muhammadiyah, Kontras, ICW, LBH Jakarta, Lokataru dan lainnya, mendesak Presiden Joko Widodo melakukan dua hal terkait pengusutan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK, Novel Baswedan.

Dua hal itu yakni, pertama, Presiden harus bersikap dan membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) yang independen untuk mengungkap kasus penyerangan terhadap Novel Baswedan.

“TGPF ini juga penting dibentuk untuk menghindari politik kepentingan atau politik saling sandera yang ada di tubuh internal kepolisian,” kata Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Ahzar Simanjuntak, di Gedung Dakwah PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (26/7/2017).

Kedua, lanjut Dahnil, Presiden sudah seharusnya dan sepatutnya mengevaluasi kinerja Polri terkait penyidikan kasus tersebut. Terlebih, menurutnya, sudah banyak bukti dan informasi yang dikumpulkan serta waktu yang cukup lama untuk proses penyidikan.

“Sudah 106 hari pasca penyerangan terhadap Novel pihak Polri belum juga menemukan titik terang terkait dengan pengungkapan peristiwa penyerangan terhadap Novel,” ujarnya.

Dahnil menjelaskan desakan itu juga berkaitan dengan adanya beberapa kejanggalan yang ditemukan oleh Koalisi Masyarakat Sipil Peduli KPK dalam pengungkapan kasus penyerangan Novel. Ia menduga, lambannya pengungkapan kasus ini bukan karena ketidakmampuan Polri.

“Akan tetapi kami melihat ada bahwa ada banyak kepentingan di tubuh internal kepolisian yang memengaruhi proses penyidikan, sehingga terjadi politik saling sandera di internal kepolisian sendiri,” imbuhnya.

Meski begitu, Dahnil menambahkan, pihaknya masih percaya bahwa Polri mampu mengungkap siapa pelaku dan aktor di balik penyiraman tersebut. “Hanya saja kemampuan pengungkapan terhadap kasus Novel justru terhadang oleh kepentingan beberapa kelompok di internal kepolisian,” tuntasnya. (julian/win)