Wednesday, 26 September 2018

Suami Tergila-gila Main WA Kakek Nenek Hampir Cerai

Rabu, 26 Juli 2017 — 6:23 WIB
wa

INILAH dampak hobi manusia modern. Sarjudi, 70, warga Surabaya yang tergila-gila bermain WA, jadi lupa pada istrinya. Saking cemburunya Ny. Ratni, 65, sampai menggugat cerai. Sambil menunggu putusan, dia coba belajar nge-WA. Lho kok asyik juga, akhirnya kakak nenek itu batal bercerai.

Tak kenal maka tak sayang, begitu kaya pepatah. Di era gombalisasi sekarang ini, di mana teknologi informasi makin cepat dan canggih, main WA-nan kini menjadi kebutuhan pokok manusia modern, di samping sembako. Lihat saja di lapangan, hampir semua orang sibuk dengan smartphone. Mereka yang tak main WA, ah itu ndeso. Tapi ada pula kejadian, saking getolnya main WA rumahtangga hampir berantakan.

Mbah Sarjudi, warga Surabaya termasuk salah satu kakek yang penggila HP smartphone dalam usia kepala tujuh. Apa saja yang dijumpai dan dilakukan, langsung dimasukkan ke WA, dan jadi obyek pembircaaraan dalan grup maupun jaringan pribadi. Padahal sebelum ada WA, dia pernah punya pengalaman buruk. Gara-gara keasyikan main FB, HP-nya pernah dibanting sang istri, Ny. Ratni.

Selama belum punya HP baru, kembali Mbah Sarjudi pada kebiasaan lama setelah pensiun tahun 2007, yakni ternak teri dan jadi MC. Ternak teri mengandung makna: anter anak anter itri, sedangkan MC adalah: momong cucu. Saking sayangnya sama cucu, balita usia 3 tahun diajak ke mesjid. Maksudnya baik, untuk memperkenalkan bocah pada agama, tapi karena belum nalar malah mengganggu orang salat. Mondar-mandir di antara shof, bahkan sempat nangis segala. Keruan saja Mbah Sarjudi ditegur pengurus mesjid.

Penyakit HP kambuh lagi ketika muncul HP smartphone yang bisa main WA. Wihhhh…., mbah Sarjudi semakin gila. Dia jadi lupa istri dan cucu, gara-gara HP tersebut. Mau tidur pun selalu pegang smartphone. Layar ditarik ke atas dan ke bawah, lalu dijembeng (diperlebar) dan dibikin mingkup (mengecil). Benar-benar Mbah Sarjudi jadi HP maniak.

Ny. Ratni lama-lama kesal, karena suami lebih perhatian pada HP-nya ketimbang istri. Dinasihati tak mempan, tak peduli ditertawakan anak cucu, nekad mbah putri gugat cerai di Pengadilan Agama Surabaya. Karena alasan cerai mengada-ada, mejelis hakim tidak segera memutuskan.

Lama menunggu putusan hakim, Mbah Putri iseng-iseng belajar HP canggih pula, lalu main WA juga. Lho, kok mengasyikkan juga, ya? Akhirnya dia menyesal dengan keputusannya. Mumpung masih bisa dikejar, Mbah Ratni mencabut gugatannya dan kembali rukun bersama suami. Kini suami istri sama-sama sibuk dengan HP canggihnya.

Untung belum jadi janda, cari suami lagi susah lho Mbah. (JPNN/Gunarso TS)