Wednesday, 19 September 2018

Begini Aksi Pelaku Pecah Kaca dengan Serpihan Busi

Kamis, 27 Juli 2017 — 21:37 WIB
Pelaku pecah kaca mobil milik anggota TNI (adji)

Pelaku pecah kaca mobil milik anggota TNI (adji)

JAKARTA (Pos Kota) – Berhati-hatilah saat memarkirkan mobil anda. Belakangan ini marak pencurian dengan modus pecah kaca mobil. Umumnya, pelaku mengincar barang-barang berharga dalam mobil yang diparkirkan di tempat sepi ataupun gelap.

Seperti diungkapkan jajaran Polres Metro Jakarta Selatan, Kamis (27/7/2017). Pihaknya baru saja menangkap seorang pelaku pencurian dengan modus memecah kaca mobil di Jalan Antasari, Cilandak, Jakarta Selatan.

(Baca: Ditinggal Rekan, Pelaku Pecah Kaca Babak Belur Dihajar Massa)

Dalam reka ulang diperlihatkan, YK (37), pelaku, dengan cepat berhasil menggasak tas milik korban. Tak sampai dua menit, tas yang sedianya ditaruh di kursi belakang mobil itu berpindah ke tangan pelaku.

Sebelum melakukan aksi pecah kaca mobil, YK mengamati suasana dan kondisi sekitar tempat mobil diparkirkan. Termasuk mengintip isi di dalam mobil melalui salah satu sisi kacanya.

Mengetahui ada barang berharga yang bisa ia rampas, YK kemudian mengemut serpihan busi yang sudah dia hancurkan. Serpihan busi itu kemudian ia lemparkan ke kaca mobil sasarannya.

Nyaris tidak terdengar suara pecahan kaca, namun nyatanya lemparan serpihan busi yang sudah tercampur air liur si pelaku itu berhasil membuat lubang kecil pada kaca. Kemudian pelaku dapat memecahkan kaca secara mudah dan cepat menggunakan kedua tangannya.

“Ini supaya menjadi pembelajaran bagi para anggota kepolisian dalam rangka mempelajari bagaimana cara-cara seseorang melakukan kejahatan. Kemudian juga untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati,” kata Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes, Iwan Kurniawan, usai menggelar reka ulang.

(Baca: Pecahkan Kaca Mobil Milik Anggota TNI, Pelaku Dibekuk)

Iwan pun mengimbau masyarakat lebih berhati-hati memarkirkan mobilnya, karena aksi pecah kaca yang halus itu. “Karena kalau kita lihat pelaku melakukan kejahatan begitu cepatnya,” ujar dia.

“Oleh sebab itu imbauannya kepada masyarakat kami meminta supaya pada saat parkir mungkin di tempat yang ramai orang. Jangan di tempat yang gelap ataupun sepi,” imbuhnya.

Terhadap pelaku tersebut, polisi kemudian menjeratnya dengan pasal 363. Ancaman hukumannya penjara di atas lima tahun. (julian/win)