Friday, 16 November 2018

Sinergitas Menggempur Mafia Narkoba

Jumat, 28 Juli 2017 — 5:37 WIB

DALAM sebulan ini aparat keamanan meraih keberhasilan yang patut diapresiasi dalam mengungkap kasus narkoba. Kasus terbaru, penyelundupan hampir 300 kilogram shabu China yang dilakukan mafia Taiwan, digagalkan oleh tim gabungan Polri, BNN dan Bea Cukai di Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu (26/7).

Pekan sebelumnya Polri juga menggagalkan penyelundupan 1 ton shabu di Anyer, Banten. Belum lagi tangkapan BNN di berbagai daerah. Bila ditotal, sebulan ini narkoba yang bisa dicegah masuk mencapai hampir 1,5 ton. Tak kurang dari 7 juta jiwa selamat dari racun narkoba.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Budi Baseso menyebut, mafia Taiwan penyelundup shabu berkedok impor mesin pemoles sepatu yang disergap di Penjaringan, sudah enam kali menyelundupkan narkoba ke Indonesia. Bahkan aparat sempat kecolongan karena sebelumnya ada 5 ton shabu yang sudah masuk ke Indonesia.

Ada yang perlu digarisbawahi dalam pengungkapan penyelundupan narkoba kali ini. Tiga instansi yaitu Polri, BNN dan Bea Cukai bersenergi dalam mencegah masuknya narkoba ke Indonesia. Mulai dari kerjasama internasional dengan Taiwanese Police, kemudian ditindaklanjuti dengan tracking (pelacakan) kontener pembawa mesin pemoles sepatu berisi shabu, hingga dilakukan penyergapan. Bahkan Menteri Keuangan Sri Mulyani pun mengakui, koordinasi tiga instansi kali ini yang paling baik.

Masing-masing instansi bekerja sesuai dengan porsi tugas masing-masing. Ini menunjukkan semakin tumbuh kesadaran bahwa memerangi pasukan mafia narkoba internasional, tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Apalagi mereka punya peralatan canggih hingga kapal mengangkut narkotika sulit dideteksi. Sudah saatnya menanggalkan ego sektoral, dan tak perlu lagi ada ‘persaingan’ dalam mengungkap kejahatan transnasional.

Masalah narkotika harus ditanggulangi bersama dan saling sinergi, antara instansi pemerintah maupun elemen masyarakat. Indonesia sudah menjadi pasar potensial bagi kartel-kartel narkoba internasional. Ingat, narkotika bukan hanya sebatas bisnis semata. Di balik itu yang paling menakutkan adalah taktik ‘perang candu’, menaklukkan suatu bangsa tanpa berperang (asimetris warfare), dan meruntuhkan generasi bangsa melalui narkotika. Sungguh mengerikan.

Oleh karena itu harus terus dibangun kesadaran bersama, guna meningkatkan aware atau rasa peduli semua komponen masyarakat. Mari selamatkan generasi kita dari kekejian narkoba.**