Saturday, 22 September 2018

Kekerasan Pelajar di Jakut, Disdik: Jika Fatal Pelaku Dipecat

Sabtu, 29 Juli 2017 — 16:50 WIB
Kepala Sekolah saat dimintai keterangan petugas terkait dengan video tersebut. (wandi)

Kepala Sekolah saat dimintai keterangan petugas terkait dengan video tersebut. (wandi)

JAKARTA (Pos Kota) – Setelah heboh pelajar merokok di ruangan kelas, kini dunia pendidikan di Jakarta Utara kembali tercoreng dengan ulah tidak wajar oknum pelajar, yakni kekerasan pelajar senior terhadap yuniornya.

Video kekerasasn pelajar itu beredar luas di media sosial (medsos)  berisi  aksi bullying  kekerasan yang dilakukan oleh pelajar seniornya kepada juniornya, seperti terlihat di akun media sosial instagram InstaStory @iyy.ra yang diberi label video bertuliskan STM 12 Pluit.

(Baca: Viral Video Kekerasan Pelajar di Jakut, Polisi: Belum Ada Laporan)

Menanggapi viral oknum pelajar yang melakukan kekerasan antara senior dan yuniornya, Humas Dinas Pendidikan, DKI Jakarta Junaedi mengaku pihaknya sudah mendapat laporan tersebut. Bahkan, saat ini Dinas pendidikan pihaknya juga sedang menelusuri melalui Sudin Pendidikan wilayah 1 Jakarta Utara untuk mengambil langkah-langkah.

“Saat ini kami juga sudah menghubungi pihak sekolahan SMK N 59 Jakarta dan memanggil kepala sekolahnya Hernila untuk dimintai keterangan. Selain itu juga untuk mengatahui sejauh mana langkah-langkah yang akan diambil terhadap oknum pelajar tersebut,” kata Junaedi, Sabtu (29/7).

Diakui oleh Humas Dinas Pendidikan, penanganan yang akan dilakukan terhadap oknum tersebut dengan cara edukatif. Ini sesuai dengan Intruksi Gebernur no. 16 tahun 2015, dimana  jika betul pelaku ada unsur bully akan diambil langkah-langkah edukatif dengan tujuan memberikan pembelajar.

Ketika ditanya apakah anak tersebut akan pecat dari sekolahannya, Junaedi menjelaskan, pihaknya belum dapat mengambil langkah tersebut. Nanti pihaknya akan melihat melinat sejuah mana kesalahannya, jika ini benar-benar fatal akan tindakan tegas yakni pecat.

Menyinggung persoalan yang akhir-akhir ini terjadi di sekolahan yang ada di Jakarta, pihaknya memang sudah  melakukan langkah-langkah antisipasi. “Salah satu yang sudah kami lakukan dengan rutin melakukan pertemuan dengan kepala sekolah baik negeri maupu swasta untuk mengetahui dan memecahkan setiap persoalan,” terangnya.  (wandi/win)