Tuesday, 24 April 2018

Mengangkat Derajat Hantu

Sabtu, 29 Juli 2017 — 8:14 WIB
buwass

INI ide Kepala BNN, Budi Waseso, agar lapas narkoba aman sebaiknya dijaga hantu! Pak Buas, begitu lelaki ini disapa, bisa jadi gagasannya ini serius, atau juga hanya gurauan, karena jengkelnya dia dengan ulah para napi narkoba di dalam sel yang masih leluasa mengendalikan bisnis barang haram tersebut. Gurauan atau apalah namanya, bahwa gagasan ini mengangkat ‘derajat’ para hantu!

Kata dia, bahwa keleluasan napi narkoba itu bukan tanpa sebab. Sebabnya yaitu ada keterlibatan orang dalam, para pegawai, sipir penjara dan termasuk atasannya, yang ‘mengizinkan’ mereka, dengan imbalan, tentu saja.

Nah, kalau hantu, kan nggak paham apa itu suap, apa itu sogokan. Dalam arti kata, nggak doyan duit? Eh, tapi buat hantu itu kan punya pawang, ya. Si pawang itu juga manusia? Wah, bukan mau bilang kalau sang pawang ini bisa disogok, tapi ada juga yang terang-terangan lho, mereka bisa menjual jasa dengan harga yang ditentukan? Misalnya, harga satu hantu sepuluh juta sampai ratusan juta? Wah, tinggal ngitung aja deh, berapa hantu yang dibutuhkan?

Sekarang ada lapangan pekerjaan baru jadi pawang pengelola hantu. Siapa berani melatih hantu untuk menjaga penjara khusus narkoba? Ya, kalau untuk menampung hantu, harus siap ‘rumah hantu’. Nggak perlu juga tempat tidur seperti layaknya penampungan TKI, dan juga nggak butuh nasi bungkus. Jadi apa modalnya? Ya, nekat lah!

Nah, setelah para hantu sudah siap pakai, katakan ‘selamat tinggal’ para sipir penjara narkoba! – massoes