Friday, 24 November 2017

Kejaksaan Agung Siapkan Eksekusi Mati Terhadap Terpidana Mati Narkoba

Selasa, 1 Agustus 2017 — 22:31 WIB
ilustrasi

ilustrasi

JAKARTA (Pos Kota) – Kejaksaan Agung tengah mempersiapkan pelaksanaan eksekusi mati tahap empat terhadap narapidana perkara narkoba, terutama bandar dan gembong narkoba.

“Tunggulah, jadwalnya sudah disiapkan, dikasih tahu semua, ” kata Jaksa Agung Pidana Umum (Jampidum) Noor Rachmad, di Kejagung, Selasa (1/8).

Menurut Noor, sekarang lagi dipersiapkan datanya, diinventarisir semua, dikumpulkan semua baru hasilnya disampaikan ke wartawan.

“Persiapan kami sedang pengumpulan data, menginventarisir data-data terpidana mati,” jelasnya.
Eksekusi mati menjadi pertanyaan masyarakat, mengingat kasus peredaran narkoba makin marak dan meresahkan masyarakat serta nasib generasi muda, terutama anak-anak

Terakhir, lembaga penegak hukum tangkap impor satu ton shabu dan 1,2 juga ekstasi di Banten dan 300 Kg sabu di Pluit, Jakarta Utara.

HANYA EMPAT NAPI

Sebelum ini, Kejagung sudah melakukan eksekusi tiga kali. Namun dari 14 orang napi yang diagendakan, hanya empat napi yang dieksekusi.

Mereka adalah, Michael Titus Igweh (Nigeria), Freddy Budiman (WNI), Humphrey Ejike (Nigeria) dan Seck Osmaneā€Ž (Senegal). Mereka ditembak mati sekitar pukul 00.45 WIB di Lapangan Tunggal Panaluan, Nusa Kambangan, Cilacap, Jawa Tengah, Sabtu (29/7/2016).

Eksekusi pertama dilakukan terhadap enam terpidana, 18 Januari 2015. Sedangkan delapan orang berikutnya dieksekusi pada gelombang kedua, 29 April 2015.

Sebangak 10 orang napi yang belum dieksekusi tahap ketiga, karena persyaratan belum lengkap, adalah Humphrey Jefferson, Ozias Sibanda, Eugene Ape, Obina Nwajagu (Nigeria) dan Okonkwo Nonso Kingsley (Nigeria)
.
Lalu, Merri Utami,Agus Hadi dan Pujo Lestari (Indonesia), Gurdip Singh (India), Zulfiqar Ali (Pakistan) dan Frederick Luttar (Nigeria). (ahi)