Thursday, 23 November 2017

Merangkap jadi Calo, Petugas Bandara Soekarno-Hatta Tertangkap Tangan

Rabu, 2 Agustus 2017 — 20:38 WIB
Suasana di Terminal I Bandara Soekarno-Hatta. (imam)

Suasana di Terminal I Bandara Soekarno-Hatta. (imam)

JAKARTA (Pos Kota) – Oknum petugas bandara yang ketahuan merangkap calo di terminal penumpang Bandatra Soekarno-Hatta kartu pasnya akan dicabut.

Juru bicara kantor otoritas bandara (otban) Soetta, Mochammad Syukur mengakui adanya oknum petugas yang merangkap calo menyalahgunakan kewenangnya hingga tertangkap saat menjual tiket pesawat ke tenaga kerja Indonesia (TKI).

Oknum karyawan airlines swasta berinisial YBS (25) itu menjua tiket Batik Air tujuan Tangerang-Lombok seharga Rp1 juta. Padahal harga tiket penerbangan yang sebenarnya hanya Rp 648 ribu.

YBS tercatat sebagai petugas loss and found yang memiliki PAS bandara dengan kode area ABP diamankan di Terminal Keberangkatan 2F saat akan mengantarkan TKI asal Sumbawa, NTB baru tiba dari Dubai ke Terminal 1C menggunakan mobil minibus.

“Oknum yang menjadi calo dan tertangkap tangan itu langsung diproses dan kartu PAS nya dicabut,” tutur M Syukur.

Dia menjelaskan bebasnya oknum itu menjajakan tiket pesawat di Bandara Soekarno-Hatta karena memiliki kartu PAS Bandara yang dikeluarkan oleh Kantor Otoritas Bandar Udara (Otban) Wilayah I Bandara Soetta.

Diingatkan seluruh stakeholder di lingkungan bandara, khususnya operator penerbangan agar melakukan penertiban di internal perusahaannya terutama karyawan yang memegang kartu PAS Bandara, agar tidak menyalahgunakan.

“Kita tidak main-main ada yang berani jadi calo langsung kami cabut kartu PAS nya disamping ada sanksi lainnya,” tegas Syukur, Rabu (2/8/2017).

Sesuai surat edaran Kementerian Perhubungan nomor HK.209/I/16PHB.2014 tentang larangan penjualan tiket di terminal penumpang di seluruh Bandara tanah air.

Di Bandara Soekarno-Hatta sendiri, sejak 2015 tidak ada lagi penjualan tiket penerbangan di terminal. “Penjualan tiket resmi saja sudah ditiadakan, apalagi praktik percaloan,” kata Syukur. (dwi)