Monday, 23 October 2017

Menanti Stadion Megah BMW

Kamis, 3 Agustus 2017 — 5:17 WIB

RATUSAN hunian warga di Taman Bersih, Manusiawi, dan Berwibawa (BMW) sudah diratakan dengan tanah. Rencananya lahan seluas sekitar 40 hektar itu akan dibangun stadion sepakbola megah.
Dana yang akan digelontorkan untuk mewujudkan stadion kebanggaan warga Ibukota mencapai Rp1,3 triliun. Bahkan, Pemprov DKI Jakarta mengklaim Detail Engenering Design (DED) Stadion BMW sudah ada dan tinggal pembangunannya.

Bila apa yang diklaim Pemprov DKI Jakarta begitu adanya, maka mimpi warga Ibukota bakal memiliki stadion megah bisa menjadi kenyataan. Sebab, lahan sudah ada, dana besar sudah siap, dan DED-nya juga sudah dirancang lama.

Sesuai dengan catatan, sebenarnya rencana pembangunan stadion megah di Taman BMW sudah sejak 2009 silam. Entah, karena apa rencana itu tinggal rencana. Pemprov DKI Jakarta hanya membuat tembok-tembok pembatas tanpa ada tindak lanjut yang jelas.

Pada 2016, proyek pembangunan stadion berlokasi di wilayah Jakarta Utara dihidupkan kembali. Namun lagi-lagi hingga kini pelaksanaan proyek itu juga tak kunjung direalisasikan.
Terbengkalainya proyek stadion megah dimanfaatkan warga mendirikan hunian. Mulai dari sedikit, terus bertambah hingga mencapai 361 bangunan tempat tinggal.

Kini areal Taman BMW sudah bersih dari hunian. Pemprov DKI Jakarta sebaiknya tidak boleh lengah lagi. Areal yang diplot untuk stadion megah harus dijaga ketat, sehingga bangunan tidak menjamur lagi di lahan itu.

Pengalaman membuktikan, berawal dari pengawasan yang lemah dan penjagaan kendor terhadap Taman BMW, maka stadion megah pengganti Stadion Lebak Bulus yang ‘disingkirkan’ proyek moda transportasi Mass Rapid Transit (MRT) belum bisa hadir, karena dililit banyak persoalan.

Bila Pemprov DKI Jakarta kini sudah menyiapkan semua kebutuhan plus aparat terkait menjaga Taman BMW agar tetap steril, maka publik kini tinggal menanti hadirnya stadion megah di ibukota. @*