Saturday, 25 November 2017

Politisi Gerindra Ini Nilai Program Bulan Tertib Trotoar Terlambat

Kamis, 3 Agustus 2017 — 0:50 WIB
Polisi cegat pengendara motor yang lewat trotoar

Polisi cegat pengendara motor yang lewat trotoar

JAKARTA (Pos Kota) – Anggota DPRD DKI Jakarta Prabowo Sunirman menilai program Bulan Tertib Trotoar (BTT) yang tengah dilaksanakan Pemprov DKI Jakarta terlambat. Diketahui BTT digalakkan selama sebulan penuh untuk mengembalikan fungsi trotoar untuk pejalan kaki.

“Yang jelas sudah telat banget, baru sekarang setelah ada gejolak di masyarakat baru mereka melakukan itu,” ujarnya di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (2/8/2017).

Politisi Gerindra itu menilai trotoar-trotoar belum ideal untuk pejalan kaki. Selain itu, okupasi oleh pedagang kami lima (PKL) dan pelanggaran yang kerap dilakukan pesepeda motor membuat pejalan kaki belum mendapatkan kenyamanan.

“Yang pasti trotoar di Jakarta gak nyaman untuk masyarakat, terlalu kecil. Seharusnya trotoar itu (lebar)5 meter. Supaya masyarakat bisa leluasa bergerak. Sekarang kan diokupasi sama ojek, sama pedagang,” imbuh Prabowo.

Prabowo berharap penegakan aturan dan penertiban di trotoar dilakukan secara konsisten oleh Pemprov DKI. Menurutnya jika dilakukan secara konsisten, masyarakat akan terbiasa untuk menaati peraturan.

“Harus ada konsistensi dari pemda. Satu contoh jembatan Casablanca yang sekarang banyak dimasukin motor, coba pemda taruh saja satu hari satu petugas dishub beri tahu msyarakat. Saya yakin lama-lama masyarakat akan sadar. Sama kayak dengan trotoar. Apalagi trotoar di jalan protokol harusnya ada orang dishubnya,” pungkas Prabowo. (ikbal)