Thursday, 17 August 2017

3 Hari Bulan Tertib Trotoar, 1.060 Pelanggar Dirazia

Jumat, 4 Agustus 2017 — 16:36 WIB
Satpol PP menertibkan gerobak PKL di kawasan Pasar Tanah Abang. (Joko)

Satpol PP menertibkan gerobak PKL di kawasan Pasar Tanah Abang. (Joko)

RTA (Pos Kota) – Memasuki hari ketiga pelaksanaan Bulan Tertib Trotoar, Pemprov DKI Jakarta menindak 1.060 pelanggar. Meski pelanggar yang ditindak relatif banyak, namun kondisi sejumlah trotoar masih belum nyaman bagi pejalan kaki.

Masih banyak warga yang mengeluhkan okupasi trotoar yang didominasi pedagang kaki lima (PKL) maupun parkir liar. “Trotoar di Jalan Jatibaru yang lebar dan bagus, tapi dikuasai puluhan PKL dan perparkiran sehingga menyusahkan pejalan kaki,” kritik Fauzia, karyawati yang sedang melintas di Jalan Jatibaru, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (4/8/2017).

Hal senada dilontarkan pengendara mobil yang terjebak macet di kawasan Pasar Tanah Abang. “Saya kira dengan adanya Bulan Patuh Trotoar yang dicanangkan Gubernur DKI, maka trotoar di sini bersih dari PKL. Tapi ternyata PKL masih marak di sana-sini sehingga kegiatan berdagang itu menimbulkan kemacetan parah,” ujar Hardyanto, warga Palmerah, Jakarta Barat.

Kasatpol PP DKI Jakarta Yani Wahyu Purwoko mengatakan selama pencanangan Bulan Tertib Trotoar, pihaknya makin menggalakkan penertiban sarana trotoar dan tentunya juga bahu jalan. “Kami bersama instansi terkait terus mengerahkan petugas gabungan menertibkan trotoar di lima wilayah kota,” ujar Yani di Balaikota DKI. Hari ini razia tetap dilakukan.

Bulan Tertib Trotoar yang dicanangkan sejak 1 Agustus, kata Yani, selama tiga hari terakhir sudah menertibkan 1.060 kasus pelanggaran. Pelanggaran didominasi parkir liar yang mencapai 337 kasus. Kemudian disusul PKL sebanyak 317 kasus, lalu pemotor yang melintas di atas trotoar sebanyak 204 kasus serta lain-lainnya sebanyak 202 kasus,” sambungnya.

Yani mengungkapkan pelanggaran trotoar paling banyak justru terjadi di wilayah Jakarta Barat dengan jumlah 274 kasus. Disusul Jakarta Selatan sebanyak 258 kasus, Jakarta Utara 240 kasus, Jakarta Selatan 169 kasus dan terakhir Jakarta Pusat 119 kasus.

“Penertiban akan terus dilakukan setiap hari. Ini untuk memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa trotoar untuk pejalan kaki,” tandasnya. (joko)