Monday, 23 October 2017

Bercinta Sembari Nyokot Katanya Biar Tambah Hot

Jumat, 4 Agustus 2017 — 6:32 WIB
nyokot

AGAKNYA Agus, 36, punya kelainan seks. Bila menjalankan sunah rosul, istri selalu digigit-gigit di sekujur tubuh. Ketika Iis, 26, menjerit kesakitan, katanya justru jadi makin hot. Tapi istri cap apa yang tahan punya suami macan? Bertahun-tahun jadi korban kelainan suami, Iis pun menggugat cerai ke Pengadilan Agama Surabaya.

Namanya ilmu “katurangganing wanita”, tentu saja pokok pembahasannnya pada kaum hawa. Ilmu ini membahas perilaku wanita, khususnya di ranjang saat melayani suami. Wanita yang agak bongkok (mbongkok udang), katanya kuat sekali melayani suami. Sebaliknya wanita yang giginya jarang, itu pertanda berani sama suami. Sudah tanggal 1 amplop gaji belum diberikan, woo….jangan tanya!

Ilmu “katuranganing priya” agaknya tidak ada, sehingga wanita seperti Iis dari Sidotapa Surabaya ini tak bisa menyeleksi calon suaminya dulu. Akhirnya begitu menikah dengan Agus, dia justru jadi menyesal tujuh turunan. Kenapa demikian, adakah persoalan serius dalam rumahtangganya?

Soal ekonomi, bagi Iis tak terlalu menjadi masalah, sebab Agus memenuhi kewajibannya dengan baik. Berapapun gajinya selalu diserahkan utuh pada istri. Untuk menutup kekurangan, dengan ikhlas Iis bekerja jadi pembantu rumahtangga. Dia tak malu menjalani pekerjaan itu, karena semuanya halal. Ketimbang dapat miliaran, tapi terlibat kasus e-KTP, kan bikin malu keluarga.

Yang menjadi masalah bagi Iis, soal perilaku aneh suami di atas ranjang. Jika sekedar meraba-raba seperti orang buta, itu masih wajar. Tapi Agus ini sungguh seperti macan dari Bonbin Wonokromo. Dia suka menggigit tubuh istri di bagian mana saja. Tentu saja Iis jadi kaget dan menjerit, tapi Agus justru semakin kesetanan. Katanya, jeritan istri justru memicu gairah dan semangatnya.

Gara-gara itu, Iis jadi malas melayani suami, meski itu sudah menjadi kewajiban. Bingung jadinya. Dilayani, tubuh bisa dedel duel nggak keruan. Tak dilayani, bisa dikutuk malaikat sampai pagi. Padahal pagi-pagi demikian Iis harus bergegas pergi kerja ke rumah majikannya.

Problem ini dipendam sendiri, sebab mau cerita sama keluarga merasa malu. Mau lapor polisi dengan mengusung pasal KDRT, apa bisa diterima? Sebab suami melakukannya dengan penuh cinta kasih, bukan karena kebencian. Apa ke Komas HAM saja? Tapi menggigit istri di ranjang apa bisa termasuk pelanggaran HAM?

Bingung tak memperoleh solusi, Iis justru berangkat ke Pengadilan Agama Surabaya. Dia mau gugat cerai, agar terbebas dari penyiksaaan beruntun dari suaminya. Mejelis hakim sebetulnya belum sampai memeriksanya, tapi beberapa hari lalu Agus sudah menyusul ke Pengadilan Agama. Dia minta gugatan istrinya dibatalkan atau ditolak saja.”Aku masih sayang sama kamu, kenapa harus bercerai?” kata Agus tanpa merasa berdosa.

“Nggak sudi aku balik ke kamu. Habis badanku kamu cokoti. Oo, suami kok kayak macam bonbin Wonokromo. Pokoknya saya minta cerai,” kata Iis sambil menghindar dari gapaian tangan suami. Para pengunjung pun terbengong-bengong, kok ada suami seperti macan. Padahal nampaknya Agus biasa-biasa saja.

Kalau nggigit lagi, thetheki (dicopot paksa) saja giginya Mbak! (JPNN/Gunarso TS)