Thursday, 24 August 2017

Gerak Cepat Menyiapkan Angkutan Lingkungan

Jumat, 4 Agustus 2017 — 5:33 WIB

PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta bakal menghapus semua angkutan umum roda tiga, sebagai realisasi dari rencana revitalisasi angkutan lingkungan. Riwayat Bemo bahkan sudah berakhir alias tak beroperasi lagi, dan sudah ‘dimutilasi’ menjadi besi rongsokan. Sedangkan Bajaj tinggal menghitung hari.

Angkutan non trayek roda tiga digantikan dengan Bajaj roda empat atau Bajaj Qute dan angkutan ini sudah disosialisasikan sejak 19 Juli 2017. Di sejumlah wilayah bekas rute Bemo, seperti kawasan Pedemangan (Jakarta Utara), dan Grogol, (Jakarta Barat), Bajaj Qute sudah mulai beroperasi, meski jumlahnya belum sampai 10 unit.

Kebijakan pemprov menghilangkan angkutan roda tiga sah-sah saja karena dasar hukumnya ada, yaitu Perda DKI Jakarta Nomor 8/2007 tentang Ketertiban Umum. Hanya saja, ketika rencana tersebut direalisasikan, semestinya pemprov sudah menyiapkan berbagai langkah mulai dari menyiapkan angkutan pengganti hingga kesiapan kendaraan.

Sebagai angkutan non trayek atau angkutan lingkungan, Bajaj dan Bemo sejatinya masih dibutuhkan. Itu sebabnya ketika Bemo diberangus, pelanggan angkutan ini kebingungan karena penggantinya ternyata belum beroperasi. Ketidaksiapan pemprov terlihat masih terbatasnya Bajaj Qute, padahal Bemo sudah diberangus.

Selain itu, ternyata belum dilakukan uji KIR terhadap Bajaj Qute. Padahal ‘mobil’ mungil berbahan bakar premium ini sudah melenggang di jalan raya dan mengangkut penumpang dengan tarif Rp5000 per orang.

Persoalan lainnya, pengemudi Bajaj Qute yang notebene mantan sopir Bemo, dilanda kebingungan soal Surat Izin Mengemudi (SIM). Sesuai Undang-undang Nomor 22/2009 tentang Lalu Lintas, pengemudi kendaraan bermotor wajib memiliki SIM sesuai spesifikasi kendaraan yang dibawa. Faktanya, banyak pengemudi Bemo maupun Bajaj tak punya SIM. Dari aspek hukum ini jelas melanggar.

Oleh karena itu, pemprov harus melakukan gerak cepat melakukan berbagai langkah mulai dari uji kir kendaraan, mewajibkan pengemudi memiliki SIM serta merealisasikan armada Bajaj Qute karena angkutan pengumpan atau feeder penghubung jalur-jalur di kompleks permukiman menuju jalur utama transportasi massal. **