Thursday, 17 August 2017

Bulan Tertib Trotoar 1.600 Pelanggar Ditindak

Minggu, 6 Agustus 2017 — 0:59 WIB
Satpol PP menertibkan gerobak PKL di kawasan Pasar Tanah Abang. (Joko)

Satpol PP menertibkan gerobak PKL di kawasan Pasar Tanah Abang. (Joko)

JAKARTA (Pos Kota) – Memasuki hari kelima pelaksanaan Bulan Tertib Trotoar, Pemprov DKI Jakarta berhasil menindak 1.600-an pelanggar. Meski pelanggar yang ditindak relatif banyak, namun kondisi sejumlah trotoar masih belum nyaman bagi pejalan kaki.

Masih banyak warga yang mengeluhkan okupasi trotoar yang didominasi pedagang kaki lima (PKL) maupun parkir liar. “Trotoar di Jalan Jatibaru yang lebar dan bagus, tapi dikuasai puluhan PKL dan perparkiran sehingga menyusahkan pejalan kaki,” kritik Fauzia, karyawati yang sedang melintas di Jalan Jatibaru, Tanah Abang, Jakpus, Sabtu (5/8).

Hal senada dilontarkan pengendara mobil yang terjebak macet di kawasan Pasar Tanah Abang. “Saya kira dengan adanya Bulan Patuh Trotoar yang dicanangkan Gubernur DKI, maka trotoar di sini bersih dari PKL. Tapi ternyata PKL masih marak di sana-sini sehingga kegiatan berdagang itu menimbulkan kemacetan parah,” ujar Hardyanto, warga Palmerah, Jakbar.

TERUS DIGALAKKAN

Kasatpol PP DKI Jakarta Yani Wahyu Purwoko mengatakan selama pencanangan Bulan Tertib Trotoar, pihaknya makin menggalakkan penertiban sarana trotoar dan tentunya juga bahu jalan. “Kami bersama instansi terkait terus mengerahkan petugas gabungan menertibkan trotoar di lima wilayah kota,” ujar Yani. Hari ini pihaknya juga masih terus menertibkan trotoar di semua wilayah.

Bulan Tertib Trotoar yang dicanangkan sejak tanggal 1 Agustus, kata Yani, selama lima hari terakhir pihaknya sudah menertibkan 1.600-an kasus pelanggaran. “Pelanggaran didominasi parkir liar yang mencapai 537 kasus. Kemudian disusul PKL sebanyak 497 kasus, lalu pemotor yang melintas di atas trotoar sebanyak 304 kasus serta lain-lainnya sebanyak 302 kasus,” sambungnya.

Yani mengungkapkan pelanggaran trotoar paling banyak justru terjadi di wilayah Jakarta Barat dengan jumlah 474 kasus. Disusul Jakarta Selatan sebanyak 358 kasus, Jakarta Utara 340 kasus, Jakarta Selatan 269 kasus dan terakhir Jakarta Pusat 219 kasus.
“Penertiban akan terus dilakukan setiap hari. Ini untuk memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa trotoar untuk pejalan kaki,” tandasnya. (Joko/ird)