Thursday, 19 September 2019

Kasus Pria Tewas Dibakar Polisi Temukan Titik Terang

Minggu, 6 Agustus 2017 — 21:54 WIB
Motor milik terduga pencuri amplifier di musala disita polisi

Motor milik terduga pencuri amplifier di musala disita polisi

BEKASI (Pos Kota) – Kasus pengeroyokan dan pembakaran terhadap MA alias Joya, 30, yang dituduh mencuri amplifier di Musala Al-Hidayah Kampung Muara Bakti, Desa Muara Bakti, Babelan, Kab. Bekasi, polisi telah menemukan titik terang.

Kapolres Bekasi, Kombes Asep Adi Saputra mengatakan, pihaknya telah memeriksa 10 saki termasuk istri Joyo. Dari jumlah itu, tiga di antaranya termasuk istri Joyo dipulangkan. Namun dari sisa tujuh saksi itu belum satu pun yang ditetapkan sebagai tersangkai.

“Mereka itu masih menjalani pemeriksaan sebagai saksi, tak tertutup kemungkinan statusnya menjadi tersangka,” ujar Kapolres, Minggu (6/8).

Dari keterangan sejumlah saksi, tambah Asep, pihaknya telah mengidentifikasi beberapa orang diduga terlibat dalam pengeroyokan dan pembakaran hidup-hidup tersebut. Tapi, dia enggan membeberkan jumlah dan inisial terduga pelaku pembakaran tersebut. “Pastinyai sudah mengarah ke beberapa orang,” tambahnya.

Polisi berjanji akan mengusut tuntas kasus pembakaran ini, meski korban diduga kuat sebagai pencuri amplifier. Sebab, aksi main hakim sendiri merupakan tindakan pidana. “Biar bagaimanapun, orang yang diduga sebagai pelaku ini adalah korban amuk massa,” kata Asep.

Sebelumnya diberitakan pria berinisial MA alias Joyo tewas dibakar massa. Dia dibakar massa karena dituduh telah mencuri amplifier merek TOA yang diklaim warga sebagai amplifier musala Al-Hidayah. Amplifier ini hilang beberapa jam sebelumnya.

Sebelumnya, pengurus musala mengaku sempat melihat Joyo sempat singgah di musala. Tapi, saksi tak mengetahui apakah kedatangan Joyo ke musala untuk mencuri atau memang untuk beribadah. Berdasarkan penyelidikan polisi, diketahui Joyo sehari-harinya berprofesi sebagai teknisi atau menjual jasa servis barang-barang elektronik. (*/iw)