Wednesday, 19 September 2018

Harga Garam Naik, Perajin Ikan Asin Pusing

Senin, 7 Agustus 2017 — 11:32 WIB
Ato, perajin ikan asin di Desa Pabean Udik, Indramayu, Jawa Barat, terkena dampak naiknya harga garam. (taryani)

Ato, perajin ikan asin di Desa Pabean Udik, Indramayu, Jawa Barat, terkena dampak naiknya harga garam. (taryani)

INDRAMAYU (Pos Kota) – Imbas naiknya harga garam di pasaran tak hanya membuat geleng-geleng kepala kalangan ibu rumahtangga, tapi juga memusingkan para perajin ikan asin di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Menurut seorang perajin ikan asin di Desa Pabean Udik, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu Ato, 40,  naiknya harga garam yang berlaku di pasaran ini sudah berlangsung cukup lama,  membuat pusing para perajin ikan asin. Dampak naiknya harga garam membuat kemampuan para perajin ikan asin membeli garam menurun drastis.

“Saat harga garam masih normal, sekali belanja garam untuk bahan menunjang produksi ikan asin mencapai 10 ton. Sekarang setelah harga garam itu naik tajam mencapai Rp4.300 per Kg, hanya mampu beli garam 1 ton,” ujar Ato,  seraya menambahkan, menurunnya kemampuan membeli garam itu juga ujung-ujungnya menurunkan jumlah produksi ikan asin.

Dijumpai Pos Kota, Senin (7/8/2017), Ato menuturkan, harga garam di pasaran sudah melampaui ambang batas. Karena harganya sudah mencapai Rp4.300 per Kg harga itu jauh di atas harga normal yang berkisar sekitar Rp2.500 per Kg. Garam yang dibeli perajin ikan asin bukan garam konsumsi, karena belum dicampur zat iyodium.

Dikatakan, para perajin membutuhkan garam industri itu untuk membantu proses produksi ikan asin. Sebelum harga garam itu naik, harga jual ikan asin jenis jambal roti berkisar Rp100 ribu-an per Kg. Namun setelah harga garam naik, para perajin ikan asin mau tidak mau menaikkan harga jual ikan. “Untuk menutupi tingginya biaya produksi yang disebabkan karena naiknya harga garam,” ujarnya.

Para perajin ikan asin lainnya menuturkan, selama harga garam di pasaran naik sangat tinggi, para pengrajin ikan asin di Kabupaten Indramayu banyak yang mengurangi jumlah produksi ikan asin. Ini dilakukan untuk menghindari kerugian. “Daripada harus menaikkan harga jual ikan asin, lebih baik mengurangi jumlah produksi ikan asin,” kata Ny.Eti, 45.

Pengurangan produksi ikan asin katanya ada yang mencapai hingga 50 persen. Sebagai gambaran, biasanya dalam satu kali produksi ikan asin membutuhkan 100 Kg hingga 200 Kg ikan jambal segar, sekarang setelah harga garam naik produksinya turun hanya 50 Kg.

Para perajin ikan asin di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat berharap pemerintah turun tangan membantu menurunkan harga garam yang sangat mahal di pasaran. “Tolong pemerintah membantu menurunkan harga garam, untuk mengurangi tingginya biaya produksi ikan asin,” katanya.

Garam dibutuhkan para pengrajin ikan asin karena fungsinya sebagai zat pengawet alami yang sangat membantu proses produksi ikan asin. “Selain garam, perajin ikan asin juga membutuhkan sinar matahari yang terik untuk mengeringkan ikan asin,” tuturnya.

(taryani/sir)