Monday, 23 October 2017

Kembalikan Fungsi Trotoar Bukan Sekadar Melalui BTT

Senin, 7 Agustus 2017 — 5:13 WIB

BANYAK trotoar di wilayah Jakarta masih belum nyaman bagi pejalan kaki. Trotoar-trotoar itu diokupasi pedagang Kaki-5 dan kendaraan parkir liar. Bahkan kadang banyak pengendara ikutan merampas hak pejalan kaki dengan melintas di pedestrian.

Potret trotoar yang masih belum nyaman bagi pejalan kaki antara lain di Jalan Jatibaru, Tanah Abang, Jakpus. Trotoar ini dikuasai pedagang Kaki-5 dan kendaraan parkir liar.
Kontan saja banyak pejalan kaki yang menggerutu. Mengembalikan pedestrian sesuai dengan fungsinya, sebenarnya Pemprov DKI Jakarta menggandeng Polda Metro Jaya sudah menerapkan Bulan Tertib Trotoar (BTT). Bahkan, mengklaim sudah berhasil menindak 1.600 pelanggar BTT. Tetapi, fakta di lapangan masih saja trotoar yang diserobot pihak lain.

Semua tahu bahwa fungsi trotoar memberikan keamanan dan kenyamanan bagi pejalan kaki. Penyediaan trotoar diatur UU Nomor 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Karena trotoar salah satu bagian fasilitas pendukung penyelenggaraan lalu lintas dan angkutan jalan.

Adapun kewajiban menyediakan trotoar bisa oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Bila di sekitar jalan nasional maka trotoar disediakan pemerintah pusat, jalan provinsi oleh pemprov dan jalan kota/kabupaten oleh pemerintah kota/kabupaten.

Meski pelaksanaan BTT agak terlambat, tetapi niat Pemprov DKI Jakarta dan Polda Metro Jaya mengembalikan trotoar sesuai dengan fungsinya patut didukung. Diharapkan dengan trotoar bersih dari pedagang dan kendaraan parkir liar maka pejalan kaki bisa nyaman berlenggang. Selain itu lalu lintas di sekitar trotoar juga tertib.

Mengembalikan trotoar tidak segampang membalikkan tangan, tidak seperti sulap, tetapi butuh proses. Apalagi hampir sebagian besar pedestrian di Ibukota banyak beralih fungsi. Bahkan ada pula trotoar yang dimanfaatkan pedagang binaan Pemrov DKI Jakarta.

Selain penertiban melalui BTT, agar trotoar bisa dikembalikan sesuai dengan fungsinya, Pemprov DKI Jakarta harus lebih gencar lagi sosialisasi dan memberikan contoh patuh terhadap aturan. Langkah ini untuk mengedukasi dan menebalkan pemahaman masyarakat tentang apa itu pedestrian.

Pendek kata pengembalian fungsi trotoar bukan sekadar melalui program BTT saja, tetapi harus dilakukan secara rutin dan terus menerus. Sambil mengedukasi masyarakat tentang apa itu fungsi trotoar, Pemprov DKI Jakarta juga jangan bosan menjaga trotoar dari serobotan pihak lain. @*