Saturday, 22 September 2018

Makin Banyak Istri Gugat Cerai, Kata MUI Ini Penyebabnya

Senin, 7 Agustus 2017 — 20:47 WIB
Muhyiddin Junaedi (ist)

Muhyiddin Junaedi (ist)

JAKARTA (Pos Kota) – MUI (Majelis Ulama Indonesia) mengharapkan kepada pasangan suami istri untuk mencegah terjadinya perceraian. Sebab itu, agar dibangun  komunikasi di antara keduanya,  serta menjjauhkan sifat egois.

Hal itu disampaikan MUI mengingat kecenderungan meningkatnya angka perceraian dan banyak istri menggugat cerai.  “Sekarang ini memang ini angka perceraian cenderung meningkat,  dan juga kecenderungan istri menggugat cerai suaminya,”  kata  Ketua MUI Muhyiddin Junaedi di Jakarta,  Senin malam (7/8).

Ia menambahkan beberapa bulan lalu ada survei yang menyebutkan,  bahwa banyak istri yang menggugat cerai suaminya dan itu terjadi di beberapa provinsi,  seperti Jawa Barat,  Jawa Timur dan di sejumlah provinsi lainnya termasuk DKI Jakarta.

Sebab itu,  Muhyiddin menilai terjadinya fenomena istri yang menggugat cerai suaminya tersebut selain faktor kurangnya komunikasi di dalam rumah tangga tersebut,  juga karena kurangnya pemakaman agama.

“Agama merupakan pondasi dari keutuhan rumah tangga. Sebab itu,  Nabi Muhammad SAW bersabda,  ada empat kriteria dalam menentukan pasangan hidup,  dan di antara kriteria tersebut yang paling utama adalah pilihlah kriteria agamanya,” paparnya.

Selain itu,  tambah Muhyiddin, tentang banyaknya istri yang menggugat cerai suaminya,  memang hasil survei menunjukkan,  bahwa penghasilan istri lebih besar dari suaminya. “Ini untuk istri yang bekerja,” jelas Muhyiddin.

Namun demikian,  Muhyiddin mengingatkan sebesar apapun gaji istri yang melebihi suaminya itu,  tapi tetap istri jangan bersikap sombong. Atau jabatan istri lebih tinggi dari suaminya yang mungkin hanya pegawai biasa,  dan sedangkan istrinya memiliki jabatan seperti,  menteri,  atau gubernur atau jabatan lainnya di kantor tetap dia tidak boleh sombong kepada suaminya.

Muhyiddin menerangkan pasangan suami istri tetap harus mempertahankan rumah tangga,  karena perceraian itu akan berdampak kepada anak-anak mereka. (Johara/win)