Saturday, 18 August 2018

Simpan Ganja di Motor, Dua Pemuda Dicokok Polisi

Senin, 7 Agustus 2017 — 12:21 WIB
Kapolsek Beji Kompol Bambang Handoko didampingi Kanit Reskrim Polsek Beji Iptu Sutiyasno menyita barang bukti ganja hasil razia sekolah. (Angga)

Kapolsek Beji Kompol Bambang Handoko didampingi Kanit Reskrim Polsek Beji Iptu Sutiyasno menyita barang bukti ganja hasil razia sekolah. (Angga)

DEPOK (Pos Kota)  – Dua pemuda dicokok petugas lantaran menyembunyikan  ganja  dalam bagasi motor yang diparkir di satu sekolah SMK swasta di Jalan Kemirijaya , Beji, Kota Depok, Senin (7/8) pagi.

Kapolsek Beji Kompol Bambang Handoko mengatakan kedua pelaku tersebut yaitu MZ, 17, dan IA,20, masing-masing warga Pancoranmas, dicokok petugas yang tengah melakukan operasi pelajar di sekolah.

Barang bukti yang disita masing-masing dari  pelaku adalah ganja terbungkus dalam bungkus rokok seberat bruto 2,21 gram. Lalu dari tangan IA petugas menyita dua bungkus rokok berisi ganja seberat 10 gram serta satu unit motor honda scoopy putih B 6377 ZIC.

“Hasil penyelidikan sementara petugas menyimpulkan kedua orang salah satunya masih dibawah umur adalah pengguna. Sedangkan petugas masih mengejar seorang bandar T alias Kambing di Depok yang menjual ganja kepada para pelaku,” ujarnya Kompol Bambang yang  didampingi Kanit Reskrim Polsek Beji Iptu Sutyasno.

Mantan Kapolsek Cikarang Timur ini mengaku, para pelaku berhasil ditangkap karena  kecurigaan petugas security sekolah setelah mengantarkan adiknya ke sekolah.

“Saat ditangkap pelaku tidak melawan. Sekarang masih dalam penyelidikan mendalam petugas di Polsek. Barang bukti ganja dan motor disita petugas sebagai barang bukti,”tutupnya.

Sementata itu Kapolsek menambahkan  sebagai beentuk antisipasi gangguan kamtibmas yang terjadi dilingkungan sekolah. Pihaknya akan mensiagakan petugas di jam rawan unttuk melakukan pemeriksaan barang bawaan dan kendaraan.

“Biasa anggota rutin merazia pemeriksaan kelengkapan helm baagi pelajar yang membawa motor. Selain itu sasaran berupa benda tajam, narkoba, dan video porno. Hal ini bertujuan supaya terciptanya situasi kondisi kondusif,”tambahnya. “pelaku dikenakan Pasal 111 ayat 1 UURI No.35 Tahun 2009 tentang narkotika.” (angga/tri)