Saturday, 25 November 2017

Sindrom Brugada Sebabkan Serangan Jantung

Senin, 7 Agustus 2017 — 14:25 WIB
sindrom

KASUS kematian dokter secara mendadak yang sempat viral beberapa waktu lalu membuat banyak orang bertanya-tanya mengenai penyebab pasti kematiannya. Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menduga bahwa kematian dokter tersebut disebabkan oleh brugada sindrom sebuah gangguan jantung yang berpotensi mengancam jiwa. Sayangnya, meskipun membahayakan, masih banyak orang yang belum tahu mengenai sindrom brugada ini.

Apa itu sindrom brugada?

Setiap jantung Anda berdenyut, ini dipicu oleh dorongan listrik yang dihasilkan oleh sel di ruang atas kanan jantung. Umumnya, terdapat saluran khusus di jantung yang bertugas menghantarkan aliran listrik ini, yang membuat detak jantung Anda berdetak secara teratur.

Namun, pada penderita brugada syndrome, ada kerusakan pada saluran yang menghantarkan aliran listrik tersebut. Akibatnya, jantung akan berdetak dengan tidak teratur dan tidak dapat memompa darah secara efektif.

Bila gangguan irama jantung ini berlangsung sesaat, maka orang dengan sindrom Brugada mungkin hanya akan pingsan saja. Namun bila berlangsung cukup lama, orang tersebut dapat mengalami henti jantung mendadak dan meninggal. Demikian seperti dilansir hellosehat.com.

Berikut adalah beberapa faktor yang meningkatkan risiko Anda mengalami sindrom brugada:

Riwayat keluarga. Jika anggota keluarga yang menderita sindrom brugada, Anda berisiko tinggi mengalami kondisi ini juga. Jika mutasi yang menyebabkan penyakit ini diketahui, maka Anda dianjurkan untuk melakukan konseling genetik dan skrining genetik untuk mengetahui kemungkinan Anda mengalami sindrom brugada.

Jenis kelamin laki-laki. Laki-laki dewasa cenderung lebih berisiko sindrom brugada dibandingkan wanita.

Orang Asia. Sindrom brugada lebih sering terjadi pada orang Asia (termasuk Indonesia) dibandingkan ras lainnya.

Sering demam. Demam dapat mengiritasi jantung dan merangsang serangan jantung yang dipicu oleh sindrom ini, terutama pada anak-anak.

Gejala sindrom brugada

Orang yang mengalami brugada syndrome jarang terdiagnosis secara dini, karena sindrom ini jarang menimbulkan gejala yang nyata. Sehingga, tidak jarang jika sindrom brugada dianggap datang secara tiba-tiba.

Gejala sindrom ini biasanya baru diketahui jika Anda melakukan pengecekan dengan elektrokardiogram (EKG) atau elektrofisioterapi (EP). Pada EKG ditandai dengan pola abnormal yang disebut dengan pola EKG Brugada tipe 1. Namun, berikut adalah gejala yang dapat menjadi tanda jika Anda memiliki sindrom Brugada:

Pingsan (sinkop)

Detak jantung tidak teratur atau palpitasi

Detak jantung yang sangat cepat dan kacau (serangan jantung mendadak)

Kapan harus ke dokter?

Oleh karena sindrom ini tidak memiliki gejala, namun berakibat fatal jika diabaikan, maka Anda perlu memperhatikan kondisi jantung Anda. Jika Anda jantung Anda berdebar-debar atau detaknya tidak teratur (aritmia), pingsan, atau memiliki anggota keluarga yang menderita sindrom brugada, ada baiknya Anda berkonsultasi dengan dokter untuk mendiskusikan apakah Anda perlu menjalani tes genetik untuk mengetahui apakah Anda berisiko terkena sindrom Brugada atau tidak.

Pengobatan dan perawatan

Pengobatan sindrom brugada tergantung pada risiko detak jantung abnormal (aritmia). Pemasangan Implantable Cardioverter-defibriallator (ICD) dan terapi obat adalah beberapa bentuk pengobatan yang dapat dilakukan untuk penderita sindrom brugada.(Tri)