Wednesday, 21 November 2018

Lulusan Pondok Pesantren Harus Ikut Mendorong Pertumbuhan IKM

Selasa, 8 Agustus 2017 — 14:58 WIB
Dirjen IKM Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih didampingi Pengasuh Pondok Pesantren Sunan Drajat KH. Abdul Ghofur.(Ist)

Dirjen IKM Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih didampingi Pengasuh Pondok Pesantren Sunan Drajat KH. Abdul Ghofur.(Ist)

JAKARTA (Pos Kota) – Lulusan pondok pesantren diharapkan  dapat turut mendorong penumbuhan industri kecil dan menengah (IKM). Karena itu  Kementerian Perindustrian semakin gencar menciptakan wirausaha baru di lingkungan pondok pesantren melalui program Santripreneur.

“Setiap tahunnya kami telah melaksanakan berbagai program pemberdayaan ekonomi masyarakat khususnya pada pengembangan IKM di lembaga pendidikan keagamaan termasuk pondok pesantren,” kata Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih dalam keterangan tertulisnya, Selasa (8/8/2017).

Selama tahun 2013-2015, Ditjen IKM telah membina lima pondok pesantren di empat wilayah, yakni Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Kab. Garut, Jawa Barat, Kab. Tasikmalaya, Jawa Barat dan Kab. Pacitan, Jawa Timur. Terakhir  pada Senin (7/8), Gati melakukan kunjungan kerja di Pondok Pesantren Sunan Drajat, Lamongan, Jawa Timur.

Selama tahun 2013-2015, Ditjen IKM telah membina lima pondok pesantren di empat wilayah, yakni Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Kab. Garut, Jawa Barat, Kab. Tasikmalaya, Jawa Barat dan Kab. Pacitan, Jawa Timur.

Jumlah keseluruhan peserta yang mengikuti sebanyak 105 santri untuk mendapatkan pelatihan dan peningkatan keterampilan di bidang konveksi dan kerajinan batu akik.

Gati menyampaikan, Pondok Pesantren Sunan Drajat merupakan salah satu lokasi pilot project yang dilaksanakan Kemenperin dalam menjalankan program Santripreneur pada tahun 2017.

“Kami yakin program ini mampu mendukung pemerataan ekonomi nasional, karena jumlah pondok pesantren di Indonesia sangat banyak,” ujarnya.

Berdasarkan data Kementerian Agama, pada tahun 2014, pondok pesantren yang ada di Indonesia sebanyak 27.290 lembaga dengan jumlah santri mencapai 3,65 juta orang. Sementara itu, jumlah santri di Pondok Pesantren Sunan Drajat sebanyak 12 ribu orang (5.500 putra dan 6.500 putri) dengan tenaga pendidik 1.041 orang.

Gati juga menjelaskan, pihaknya akan mendidik dan membina sekitar 10 orang santri terpilih untuk mengikuti pelatihan dan pendampingan di bidang pengolahan ikan. Selain itu, Ditjen IKM akan memfasilitasi pemberian bantuan mesin dan peralatan yang bakal diserahkan kepada pihak pondok pesantren melalui mekanisme hibah ke Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kab. Lamongan.

“Kami pun sedang menjajaki kerja sama dengan Bank Indonesia wilayah Jawa Timur, yang nantinya dituangkan ke dalam Perjanjian Kerja Sama terkait skema pilot project Santripreneur tahun 2017,” ungkapnya. “Bank Indonesia wilayah Jawa Timur telah memiliki program Inkubator Bisnis Pesantren dan berkomitmen akan membentuk Baitul Mal Wattamwil (BMT).”(Tri)