Wednesday, 13 December 2017

Amerika Akan Membalas Korea Utara dengan Kekuatan Dahsyat

Rabu, 9 Agustus 2017 — 6:53 WIB
Presiden  Donald Trump

Presiden Donald Trump

AMERIKA– Presiden Donald Trump mengatakan Korea Utara sebaiknya tidak lagi mengeluarkan ancaman terhadap Amerika Serikat.

Jika pemerintah di Pyongyang terus saja mengancam, Amerika Serikat, kata Presiden Trump, akan membalasnya ‘dengan kekuatan dahsyat, yang tak pernah dilihat oleh dunia’.

“Lebih baik Korea Utara tak lagi mengancam AS. Ancaman ini akan ditanggapi dengan kekuatan penuh,” kata Presiden Trump kepada para wartawan.

Pernyataan ini dikeluarkan hari Selasa (08/08), hanya beberapa jam setelah surat kabar The Washington Post mengutip sumber intelijen Amerika, yang mengatakan bahwa diyakini Korea Utara bisa membuat hulu ledak nuklir dalam bentuk kecil.

Jika demikian keadaannya, Korea Utara mampu memasang senjata nuklir pada rudal, yang menandai langkah penting Korea Utara menjadi kekuatan nuklir dunia dalam skala penuh.

Ini berarti tahapan kemampuan Korea Utara melancarkan serangan nuklir ke AS lebih cepat dari perkiraan.

Wartawan BBC di Washington, Anthony Zurcher, apa yang disampaikan Presiden Trump ‘bukan pernyataan normal dari presiden AS’ setelah Trump menggambarkan ancaman dari Korea Utara ‘bukan sesuatu yang biasa’.

PBB belum pekan lalu menyetujui sanksi ekonomi lanjutan terhadap Korea Utara.

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dikatakan tengah menjadi 'sasaran pembunuhan agen-agen rahasia AS dan Korea Selatan'.

Dewan Keamanan dengan suara bulat melarang Pyongyang melakukan ekspor dan membatasi investasi, yang ditanggapi dengan penyataan bahwa AS ‘akan membayar mahal’ atas keputusan tersebut.

Pada hari Senin (07/08) Korea Utara mengatakan mereka akan tetap melanjutkan program nuklir. Kantor berita resmi KCNA mengatakan pemerintah Pyongyang ‘tidak akan memasukkan sistem pertahanan nuklir dalam agenda negosiasi. (BBC)