Thursday, 24 August 2017

Kirim Bandar Narkoba ke Alam Baka

Rabu, 9 Agustus 2017 — 5:24 WIB

KEGERAMAN Kapolda Metro Jaya, Irjen Idham Azis terhadap bandar narkoba tampaknya sudah tak terbendung lagi. Alasannya, narkoba merupakan kejahatan luar biasa karena dapat menghancurkan masa depan generasi bangsa.

Karenanya begitu mempimpin Polda Metro Jaya genderang perang terhadap narkoba ditabuh kian kencang.

Tindakan internal dilalukan Kapolda Metro Jaya dengan mengevaluasi semua kasat narkoba. Kalau selama satu bulan tidak mampu mengungkap jaringan narkoba, siap – siap untuk diganti.
Sebaliknya mereka yang berprestasi diberi penghargaan seperti yang diberikan kepada anggota yang sukses menggagalkan dan mengungkap peredaran sabu 1 ton di Pantai Anyer, Serang, Banten, belum lama ini.

Kami tentu mengapresiasi kebijakan internal Kapolda Metro Jaya dalam memerangi narkoba.
Lantas bagaimana dengan langkah eksternal? Jawabnya tentu telah ada kebijakan tersendiri. Tindakan tegas, seperti menembak mati bandar narkoba menjadi salah satu bentuk memerangi narkoba.

Bahkan, sambil berseloroh jenderal polisi bintang dua ini ketika memberikan penghargaan kepada anggota berprestasi, di Jakarta, Selasa (8/8) mengatakan” Urusan bandar minta maaf itu urusan dia dengan Tuhan. Urusan mengirim dia ke Tuhan, itu urusan saya. “

Kegeraman Kapolda Metro Jaya sejatinya tak ubahnya kegeraman kita semua terhadap pengedar narkoba. Bagaimana tidak, peredaran narkoba dari tahun ke tahun terus meningkat. Para warga asing dengan berbagai cara terus memasok dan menyelundupkan narkoba ke negeri kita.
Sudah banyak bandar yang ditangkap, dibui, dan dihukum mati, tetap tidak jera juga. Malah di dalam penjara masih mengulangi perbuatannya mengedarkan narkoba.

Itu sebabnya jumlah kasus yang diungkap semakin banyak, tetapi peredaran narkoba pun tambah marak sehingga korban ( pengguna) terus meningkat.

Pengguna narkoba seluruh Indonesia sudah di kisaran angka 5 s/d 6 juta jiwa. Terbanyak pengguna berada di Jakarta sekitar 1,2 juta orang. Pengguna narkoba paling banyak berusia produktif antara 24 -30 tahun.

Data lain menyebutkan juga setiap tahun, sekitar 15 ribu jiwa melayang karena menggunakan narkoba.

Itulah gambaran darurat narkoba di negeri kita. Karena kondisinya sudah darurat, maka sudah sewajarnya penanganannya pun harus darurat juga. Mengirim bandar narkoba ke alam baka bagian dari tindakan darurat, ketimbang mengirim ke penjara yang tidak membuatnya jera. Begitu pun proses penegakan hukum tanpa kompromi, di dalamnya tanpa diskriminasi dan tanpa negoisasi.
( *)