Saturday, 19 August 2017

Guam Tanggapi Ancaman Rudal Korut Sebagai Bentuk Ketakutan

Kamis, 10 Agustus 2017 — 14:54 WIB
llustrasi rudal. (reuters)

llustrasi rudal. (reuters)

GUAM – Ancaman Korea Utara (Korut) yang akan meluncurkan rudal ke Guam, ditanggapi dingin oleh Gubernur Guam, Eddie Calvo. Ia mengatakan, jika ancaman tersebut merupakan bentuk ketakutan Korut.

“Mereka ingin tidak bisa ditebak. Mereka akan meluncurkan rudal ketika semua orang sedang tidak siap dan mereka berulang kali melakukan itu,” ujar Calvo dilansir Reuters, Kamis (10/8/2017).

“Mereka sekarang mengumumkan rencana serangan mereka, yang berarti mereka tidak ingin disalahartikan. Saya pikir, itu merupakan sikap ketakutan,” tuturnya.

Calvo tak memungkiri, jika masyarakat di Guam khawatir akan rencana serangan Korut. Namun, Calvo meyakinkan jika Guam memiliki pertahanan yang kuat. “Sudah ada payung pertahanan di Korsel, Jepang, ada pula aset angkatan laut di antara Korea, Jepang, dan Guam. Ada pula sistem pertahanan rudal di Guam. Saat ini, tak perlu khawatir dan menaikkan tingkat ancaman keamanan,” katanya.

Seperti diketahui, Korut membeberkan rencana serangan rudal mereka ke Guam yang akan dibahas lebih jauh pada pertengahan Agustus.

“Rudal Hwasong-12 akan diluncurkan oleh KPA [Tentara Rakyat Korea] dan akan melintasi langit Shimane, Hiroshima, dan Koichi di Jepang. Rudal itu akan melesat sejauh 3.356,7 kilometer selama 1.065 detik dan menghantam perairan sekitar 30 kilometer dari Guam,” tulis media resmi Korut, KCNA. (embun)