Monday, 23 October 2017

Meski Menjadi Duda Manula Masih Koleksi Pacar 40 Janda

Kamis, 10 Agustus 2017 — 8:10 WIB
duda

MBAH Surip, 68, memang luar biasa. Karena kaya, jadi duda tak pernah menderita. Tak kurang dari 40 janda yang masih dijadikan kekasih. Kakek dari Surabaya ini memang sudah males menikah, mending pacaran. Dia kini membagi warisan. Jatah untuk dirinya mau dipakai foya-foya bersama si doi.

Dalam usia nyaris kepala tujuh, orang biasanya lebih banyak mencari pahala, ketimbang berburu paha. Tapi ternyata masih ada juga kakek-kakek yang milih opsi kedua, dengan alasan katanya bisa bikin awet tua. Tentu saja itu bisa terpenuhi manakala kemampuan onderdil berbanding lurus dengan kemampuan materil. Jika tidak, makin tua justru tambah banyak biaya.

Mbah Surip warga Undaan Wetan Surabaya, termasuk lelaki yang beruntung. Dalam status duda ditinggal mati bini, dia begitu bebas berkarya memanjakan gejolak cinta. Soalnya dia termasuk duda kaya. Ke mana-mana masih pakai mobil Fortuner tahun muda. Dan gayanya meck, seperti anak muda saja. Pakai celana jins yang dengkulnya dibikin sobek, berkaca mata hitam.

Bini Mbah Surip meninggal tahun 2000, tapi sejak itu dia tak mau cari bini pengganti. Di samping anak-anak keberatan punya ibu baru, punya istri baru baginya seperti beli kambing, padahal butuhnya hanya sate beberapa tusuk dalam sehari. Maka untuk mengisi waktu sepinya, Mbah Surip lebih banyak bercengkerama dengan para janda.

Disebut para, karena janda-janda yang dipacarinya mencapai angka 40. Rata-rata berbodi seksi, sekel nan cemekel. Mereka gantian dipacari sekaligus eksekusi. Anehnya mereka mau saja, sebab bagi mereka benggol lebih penting ketimbang bonggol. Urusan bonggol mah, karena Mbah Surip memang sudah sepuh, durasinya tak pernah lama, mirip iklan di TV gitu.

Anak-anak Mbah Surip sudah mentas semua, sehingga mereka sibuk dengan keluarga sendiri. Ayah mereka tak pernah diurusnya, bahkan sekarang menuntut pembagian harta warisan. Bagi Mbah Surip tak masalah. Rumah miliknya masih bisa laku Rp 2 miliar. Nantinya yang Rp 1 miliar biar dibagi dengan anak-anaknya, sedangkan yang Rp 1 miliar lagi untuk dirinya sendiri bersama para doi tentunya.

Beberapa hari lalu Mbah Surip mengurus pembagian warisan itu di Pengadilan Agama Surabaya. Pembagian agak rewel, lantaran anak sulungnya minta pembagian yang lebih banyak ketimbang yang lain. Tapi itu nggak masalah bagi Mbah Surip.

Kasih tahu mbah, yang serakah takkan berkah. (JPNN/Gunarso TS)