Thursday, 24 August 2017

GIIAS 2017

Ekspor Kendaraan Indonesia Terus Meningkat

Jumat, 11 Agustus 2017 — 12:30 WIB
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (kedua kanan) didampingi Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) I Gusti Putu Suryawirawan (kiri) berfoto bersama dengan Direksi dan Manajemen PT. Toyota Motor Manufacturing di arena GIIAS 2017.(Ist)

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (kedua kanan) didampingi Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) I Gusti Putu Suryawirawan (kiri) berfoto bersama dengan Direksi dan Manajemen PT. Toyota Motor Manufacturing di arena GIIAS 2017.(Ist)

JAKARTA (Pos Kota) – Ekspor kendaraan Indonesia terus  mengalami kenaikan.  Karena itu Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto optimis pada perkembangan industria mobil nasional.

“Pada tahun 2015 kita sudah surplus 466 juta dolar AS , dan akhir tahun 2016 meningkat menjadi  600 juta dolar AS. Jadi kita sudah menjadi net exporter dari sektor otomotif,” imbuhnya.

Airlangga berharap GIIAS 2017 mampu membantu penjualan kendaraan tahun ini. “Kalau (GIIAS) tahun lalu berhasil jual 20 ribu unit kendaraan yang nilainya hampir Rp6 triliun, tentu tahun ini diharapkan bisa minimal sama mengingat jumlah merek yang ikut lebih banyak dari tahun lalu,” ujarnya.

Domestik Meningkat

Sementara itu Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Yohanes Nangoi menyebut penjualan domestik meningkat 0,3 persen pada semester I tahun 2017.

“Penjualan domestik sampai dengan Juni telah mencapai 533.537 unit atau naik 0,3 persen dibanding periode yang sama tahun lalu,” ungkapnya.

Dalam Pameran GIIAS 2017 yang berlangsung pada tanggal 10-20 Agustus 2017 ini diikuti sebanyak 32 merek kendaraan penumpang dan kendaraan niaga serta 10 merek kendaraan roda dua.

GIIAS 2017 juga akan menghadirkan 40 mobil baru yang diluncurkan, di antaranya terdapat kendaraan yang pertama kali dalam debut dunia, regional, maupun domestik.

Peningkatan komponen lokal

Menperin berharap,  agar GIIAS menjadi ajang untuk unjuk diri bagi pabrikan otomotif di dalam negeri terhadap kualitas kendaraan yang diproduksi termasuk dalam peningkatan penggunaan komponen lokal. “Peningkatan konten lokal bisa mendongkrak daya saing indusri otomotif di Indonesia,” ujarnya.

Oleh karenanya, menurut Airlangga, peraturan baru yang akan segera diberlakukan bertujuan juga untuk mendorong peningkatan investasi perakitan kendaraan bermotor hingga pembuatan komponen di dalam negeri.

“Saat ini ada 36 perusahaan yang bergerak di sektor otomotif di Indonesia. Nilai tambah terhadap konten lokal diharapkan bisa meningkat,” tuturnya.

Selain itu, ada sekitar 1.500 perusahaan komponen di lapis pertama hingga ketiga yang menunjukkan masih terbukanya peluang ekspor. “Kami pun tengah menggarap kebijakan untuk meningkatkan ekspor dengan menyeragamkan insentif mobil sedan di luar negeri,” ungkapnya.(Tri)