Saturday, 19 August 2017

Pasokan Garam Masuk, Harga Garam di Lampung Mulai Turun

Jumat, 11 Agustus 2017 — 6:33 WIB
Satgas Pangan Provinsi Lampung pantau harga garam di pasar

Satgas Pangan Provinsi Lampung pantau harga garam di pasar

LAMPUNG (Pos Kota) – Meroketnya harga garam hingga dua kali lipat membuat Satgas Pangan Provinsi Lampung memantau harga dan ketersediaan bumbu dapur itu di tingkat pasar tradisional di Pasar Gintung Kamis (10/8).

“Ini hari kedua garam mulai turun harganya. Belum stabil memang karena masih ada yang tinggi. Suplainya sudah masuk dari Sulawesi. Nanti menyusul yang dari NTB lanjut lagi yang impor, jadi bisa dipastikan harga garam akan kembali normal, ” kata anggota tim Satgas Pangan Kabid Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perdagangan Provinsi Lampung Heliyana Dewi usai sidak di Pasar Gintung.

Untuk Provinsi Lampung terdata ada enam perusahaan pendistribusian garam. Yang aktif hanya tiga yakni anak perusahaan Bumi Waras, Bumi Indah dan Tri Makmur. Satu sudah pindah ke Provinsi Sumatera Selatan dan dua lagi vakum. Pihaknya sedang mengkaji apakah kenaikan harga garam dipengaruhi kevakuman perusahaan tersebut.

“Adapun di Provinsi Lampung penyebab terbesarnya garam naik dua kali lipat dari Rp. 48 ribu per pak kadi Rp. 95 ribu perpak karena memang pasokan yang kurang. Selama ini kita mengandalkan pasokan garam dari sentra garam Provinsi Jawa Timur. Disana sedang gagal panen karena cuaca. Untuk mengatasi, kita ambil pasokan dari Sulawesi dan sudah masuk. Menyusul dari NTB dan garam impor. Ingat yah, impor juga dengan penuh catatan karena nanti awal September sudah masuk musim panen garam jadi jangan sampai karena impor merusak harga garam lokal, ” urai Dewi rinci.

Sebelumnya Ibu rumah tangga dipusingkan dengan harga garam yang terus naik. Kenaikan variatif tergantung merk. Misalnya garam halus cap Daun dari Rp50 ribu per pak menjadi Rp98 ribu demikian juga garam kasar naik.menjafi 3 kali lipat dari Rp. 13 ribu jadi 36 ribu. (Koesma)