Wednesday, 20 September 2017

Pemilik Mobil Mewah Banyak yang Belum Bayar Pajak Kendaraan

Jumat, 11 Agustus 2017 — 12:47 WIB
ilustrasi

ilustrasi

JAKARTA (Pos Kota) – Separuh pemilik kendaraan mewah di Jakarta memunggak Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Badan Pajak dan Retribusi Daerah DKI Jakarta mencatat dari sekitar 4.000 ribu unit mobil mewah, sekitar 1.700 unit belum bayarkan pajak.

“Ada 1700 an unit yang belum bayar pajak. Semua kendaraan mewah sekitar 4000an. Pajak mobil mewah itu rata-ara di atas Rp100 juta,” ujar Kepala BPRD DKI, Edi Sumantri, di Balaikota Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jumat (11/8/2017).

Untuk mengejar tunggakan wajib pajak (WP) pemilik mobil mewah, pihaknya bersama Ditlantas Polda Metro Jaya akan melakukan jemput bola dengan door to door. Edi mengatakan, kendaraan mewah lebih jarang digunakan jalan-jalan sehingga dirinya akan mendatangi rumah wajib pajak.

“Kita datang rumahnya didampingi Ditlantas. kenapa? Kendaran mewah kan cenderung jarang di jalan umum. Potensinya sangat besar,” tandas Edi.

Dari data BPRD DKI Jakarta, terhitung 1 Agustus 2017, terdapat 4.679.755 kendaraan yang menunggak pajak dengan potensi pendapatan pajak sebesar Rp1,8 triliun. Sepeda motor mendominasi jenis kendaraan yang menunggak pajak sebanyak 3.933.969 unit dengan potensi penerimaan pajak sebesar Rp561 miliar.

Berikut jenis kendaraan dan potensi penerimaan pajak yang belum daftar ulang pertanggal 1 Agustus 2017.

1. Sedan dan sejenisnya, 176.779 unit dengan potensi pajak Rp272.102.815.515
2. Jeep segala merek, 56.131 unit dengan potensi Rp166.075.701.020
3. Mini bus, Micro bus, 329.674 unit dengan potensi pajak Rp625.233.496.983
4. Pick Up Light truck, 88.465 unit dengan potensi pajak Rp78.183.136.703
5. BT Wagon, Delivery Van, 35.936 unit dengan potensi pajak Rp76.539.565.841
6. Dum truck, truck tangki, 23.870 unit dengan potensi pajak Rp53.953.282.500
7. Otolet, Microlet, 2.801 unit dengan potensi pajak Rp533.310.000
8. Kendaar bermotor roda tiga, 7.992 unit dengan potensi pajak Rp317.164.600
9. Sepeda motor 3.933.969 unit dengan potensi pajak Rp561.107.093.049
10. Alat berat, 24.138 unit dengan potensi pajak Rp48.845.009.470.
(ikbal/yp)