Sunday, 24 September 2017

Bulan Tertib Trotoar Tidak Berjalan di Tipar Cakung

Sabtu, 12 Agustus 2017 — 19:49 WIB
PKL dan tumpukan barang bekas yang mengakupasi trotoar. (wandi)

PKL dan tumpukan barang bekas yang mengakupasi trotoar. (wandi)

JAKARTA (Pos Kota) –Bulan Tertib Trotoar (BTT) sudah dicanangkan Pemprov DKI Jakarta namun, nampaknya kurang berjalan di wilayah Jakarta Utara. Terbukti, seperti di Jalan Tipar Cakung, Semper Barat, Cilincing, Jakarta Utara, nampak sejumlah pedagang kaki lima maupun tumpukan barang bekar masih mengakupasi trotoar sehingga membuat para pejalan kali harus sambung nyawa saat melintas.

Kondisi ini tentu dikeluhkan warga dan mereka meminta kepada pihak Kelurahan Semper Barat maupun Satpol PP Jakarta Utara segera mengambil tindakan. Sebab dengan banyaknya tumpukan barang bekas dan PKL ini warga terpaksa harus berbaur dengan kendaraan saat melintas.

“Katanya sekarang ini Bulan Tertib Trotoar, tapi kenapa sampai saat ini sepanjang Jalan Tipar Cakung dua sisi dipenuhi dengan pedagang kali lima dan berang bekas. Kondisi ini memang sudah terjadi cukup lama namun, tidak ada upaya dari pihak kelurahan maupun Satpol PP untuk segera menertibkan,”terang Herman, 51, warga.

Diakui oleh warga Sukapura, Cilincing, Jakarta Utara sepanjang Jalan Jatibaru Raya masih banyak yang menggelar dagangan dan tumpukan barang bekas di trotoar. Mereka kebanyakan berdagang gorengan dan tumpukan karung berisi sisa serbuk gergaji.

Hal senada juga diungkapkan oleh Santo, 45, menurutnya semenjak adanya tumpukan serbuk gergaji dan PKL di atas trotroar sepanjang Jalan Tipar Cakung pejalan kali sulit melintas. Warga terpaksa lewat di jalan raya, tentu sangat berbahaya bagi keselamatan pejalan kaki. Padahal jalan tersebut merupakan akses jalan utama dan banyak lalu lalang kendaraan sehingga potensi kecelakaan sangat tinggi.

Wakil Walikota Jakarta Utara, Junaedi ketika dikonfirmasi terkait keluhan warga yang akses trotoar diakupasi pedagang kaki lima dan dimanfaatkan untuk menumpuk barang bekas mengaku pihaknya akan segera meminta kepada Satpol PP dan pihak kelurahan Semper Barat untuk segera mengambil tindakan. Menurutnya, ini perlu segera dilakukan mengingat jalan tersebut merupakan akses jalan utama dan banyak dilalui kendaraan baik roda dua maupun empat bahkan kendaraan besar.

“Ini tentu sangat membahayakan bagi pejalan kaki dan ini tidak dapat dibiarkan, saya akan segera meminta kepada Satpol PP dan Kelurahan Semper Barat untuk segera mengambil tindakan. Sebab jika didiamkan dikhawatirkan akan berdampak menimbulkan kecelakaan bagi pejalan kaki,”pinta Junaedi. (wandi)