Tuesday, 12 December 2017

Ini Kata Jeremy Thomas Pasca Ditetapkan Sebagai Tersangka

Sabtu, 12 Agustus 2017 — 15:17 WIB
Jeremy Thomas (yendhi)

Jeremy Thomas (yendhi)

PASCA dirinya ditetapkan sebagai tersangka kasus penipuan, Jeremy Thomas akhirnya angkat bicara. Didampingi oleh kuasa hukumnya Amin Zakaria, SE., SH., MSI, Jeremy membeberkan langkah selanjutnya menghadapi tudingan yang ada.

“Jadi, kita nanti akan melihat dulu dalam bentuk seperti apa sih dia membuat laporan kepada Kepolisian itu apakah isinya itu sesuai dengan fakta atau tidak. Kalau di situ ternyata tidak sesuai dengan fakta, kita akan membuat satu laporan balik, dugaan laporan palsu itu,” kata Amin kuasa hukum Jeremy kepada wartawan, Sabtu (12/8/2017).

Jeremy menyatakan keberatan dengan pemberitaan yang menyebutkan dirinya melakukan penipuan Rp16M. Ia mengaku memiliki bukti-bukti kuat. “Kan yang berbicara itu kan bukti-bukti dokumen, fakta peristiwa, makanya kita menyuruh kuasa hukum untuk klarifikasi karena judul-judul yang kemarin mengenai 16M tidak sesuai fakta,” ujar Jeremy.

Penetapan tersangka terhadap dirinya, menambah beban pada keluarganya. Pasalnya, putra Jeremy, Axel Mathhew, juga sedang berurusan dengan hukum terkait Narkoba. Meski begitu, Jeremy mengatakan dirinya akan menghadapi segala sesuatunya secara positif.

“Saya rasa ini proses ya. Kita di sini positif aja. Suatu proses itu kan ada jawaban, jawaban itu kan menuju baik. Kalau memang proses itu harus kita jalani, ya kita jalani tapi dengan baik dan benar,” ujar Jeremy.

 

Diketahui bahwa kasus bermula dari sengketa lahan dan bangunan vila di Ubud, Bali, pada tahun 2013 antara Jeremy dan Patrick Alexander yang berkewarganegaraan Australia. Patrik melaporkan Jeremy ke Polda Bali, atas tuduhan penipuan  pada 2014 silam, Patrick mengaku mengalami kerugian mencapai Rp16 miliar. (embun)