Tuesday, 24 October 2017

Jemaah Haji Baik Juga Lihat Museum Asmaul Husna Madinah

Sabtu, 12 Agustus 2017 — 18:41 WIB
Salah satu koleksi Museum Asmaul Husna Madinah. (ist)

Salah satu koleksi Museum Asmaul Husna Madinah. (ist)

ARAB SAUDI – Berjarak sekitar 50 meter sebelah barat Masjid Nabawi, terdapat Museum Asmaul Husna. Gedung Museum ini hanya berjarak beberapa meter di luar pagar Masjid Nabawi, tepatnya pada pintu ke-13.

“Museum ini bernama Asma Al Khusna. Kita berusaha mendekatkan jemaah haji dan umrah kepada nama-nama Allah. Dengan merenunginya akan menambah keimanan,” kata pemandu wisata museum Didi Gelar Permana saat menemani tim Media Center Haji (MCH) Daker Madinah melihat-lihat isi museum, Rabu (09/08) lalu.

(Baca: Salat Jumat di Masjid Nabawi, Khatib Ingatkan Budaya Malu)

Didi adalah mukimin Indonesia yang bekerja di Madinah. Saat ini dia juga tercatat sebagai Mahasiswa Madinah University. Selain Didi, ada empat orang Indonesia yang juga bekerja di museum ini.

Menurut Didi, Museum Asma Al Khusna berdiri sejak 4 tahun yang lalu. Museum ini masih terus dikembangkan, terlihat dari proses renovasi yang sudah dilakukan hingga tiga kali meski terbilang masih baru. Revonasi tersebut, kata Didi, dilakukan lebih pada pengembangan konten.

“Awalnya museum ini hanya berisi gambar dan tulisan. Pada tahap berikutnya diperbaharui lagi dengan menambahkan panorama. Kini, selain gambar tulisan dan panorama, ada juga permainan edukatif bagi anak-anak,” ujarnya.

Didi menjelaskan bahwa museum ini didesain dengan membaginya menjadi tiga ruang. Ruang pertama, berisi tulisan nama-nama Allah yang yang jika direnungi, maka akan menambah rasa cinta kepada-Nya. “Nama-nama tersebut antara lain Allah, Al Ghofur, Al Afwu, Al Jawwad, dan lainnya,” tutur Didi.

Kedua adalah ruang yang berisi tulisan nama-nama Allah yang jika direnungi akan menumbuhkan rasa takut akan kebasaran-Nya. “Namau-nama itu misalnya, Asy-Syahid, Ar-Raqib, Al-Qawwy, dan lainnya,” ucap Didi.

Ruangan ketiga berisi tulisan nama-nama Allah yang jika direnungi akan menambah pemahaman kita tentang keagungan-Nya. “Nama itu misalnya Al-Wahidul Ahad, Al Wahid, Al Aziz, Al-Aly, serta lainnya,” kata Didi.

Selain tulisan nama-nama Allah, museum ini juga dilengkapi dengan video dan panorama yang mengandung pesan untuk menunjukan kebesaran Allah SWT.

Menurut Didi, museum ini termasuk menjadi wisata ziarah favorit jemaah haji Indonesia. Setiap harinya, tidak kurang dari 1000 jemaah yang berkunjung ke museum ini. Bisa jadi, hal itu karena lokasinya yang berdekatan dengan Masjid Nabawi.

“Paling ramai pengunjung pada musim umrah Ramadan dan musim haji. Jemaah Indonesia umumnya berkunjung dari jam  6 – 9 pagi atau dari setelah Asar sampai jelang Magrib,” tutup Didi. (kemenag/win)