Monday, 11 December 2017

Mesin Pembaca Kebohongan

Sabtu, 12 Agustus 2017 — 5:55 WIB
fjid

0leh S Saiful Rahim
“KAMU sudah daftar, Dul?” kata orang yang duduk di dekat pintu masuk warung kopi Mas Wargo seraya bergeser memberikan tempat untuk Dul Karung duduk.

Mendapat pertanyaan yang tidak jelas ujung pangkalnya, Dul Karung jadi agak bingung. Tapi tidak menyurutkan aktivitas ritualnya mencomot singkong goreng yang masih kebul-kebul.

“Mendaftar apa? Mau ibadah haji sudah telat, mau jadi caleg pemilu masih lama,” serobot orang yang duduk di ujung kiri bangku panjang sebelum Dul Karung menjawab.

“Waduh kalau urusan jadi calon haji atau calon anggota DPR sih bukan makanan si Dul. Sebab modalnya bukan lagi ukuran amplop atau kantong baju dan kantong celana, tapi kantong kresek atau karung. Si Dul namanya memang pake Karung, tapi karungnya karung bolong. Diisi berapa banyak pun kosong terus,” sambar orang yang duduk di ujung kanan bangku panjang, sehingga Dul Karung yang sudah membuka mulut mau menjawab jadi tersedak. Singkong yang belum lumat digigit tersangkut di tenggorakan.

Beberapa hadirin pun tertawa atau sekadar tersenyum atau menahan senyum. Hanya Mas Wargo yang tidak bereaksi. Dia terlatih santun kepada pelanggannya.

“Menjadi anggota DPR, termasuk DPRD, sekarang memang kian enak. Beberapa hari lalu kubaca pemberitaan koran, pendapatan atau tunjangan, atau entah aku lupa apa sebutannya, anggota DPRD DKI naik. Beberapa hari kemudian kubaca lagi di koran, burut DPR juga meminta, eh mengajukan anggaran untuk tahun 2018 sebesar Rp 7,25 triliun. Atau naik sekitar 70% dari anggaran tahun ini,” kata orang yang duduk tepat di kanan Dul Karung.

Sebelum dia meneruskan kalimatnya, seseorang yang entah siapa dan duduk di sebelah mana memotong, “Apa kau bilang tadi? Burut? Masak ada anggota DPR yang ketahuan burut, sih?”

“Bukan burut. Maksudnya burt, B.U.R.T singkatan dari Badan Urusan Rumah Tangga. Kalau burut kan istilah Betawi pinggiran untuk menyebut penyakit hernia,” serobot Dul Karung memotong suara tawa yang berkepanjangan.

“Sayang aku tidak mungkin bisa menjadi anggota DPR. Duit aku tidak punya, kartu anggota partai pun tidak ada. Bahkan otakku pun aku tak tahu letaknya di mana.

Kalau saja aku bisa jadi anggota DPR RI sekarang, rasanya tak apalah di akhirat aku tidak dimasukkan ke surga, asal jangan dibenamkan dalam api neraka. Kalau Nabi Muhammad Saw pernah bersabda bahwa orang yang berpuasa itu tidurnya pun diberi pahala, maka demikian pulalah dengan anggota DPR. Bahkan bila mereka korupsi, asal tidak seorang diri, pasti akan ada anggota lain yang membela. Astaghfirullah,” gumam orang yang duduk di depan Mas Wargo. Sebelumnya tak pernah terlihat hadir di warung ini.

“Tapi tunggu dulu,” sambar orang yang duduk tepat di kanan lelaki itu.

“Menurut temanku yang kerjanya membaca berita, ada penemuan baru. Sekarang ada benda atau mesin pintar bernama Full Fact. Ketika dua pekan lalu ada perdebatan tentang kesehatan di Parlemen Inggris, Full Fact diuji coba.

Seperti debat anggota parlemen mana pun di dunia, apa yang terjadi di Parlemen Inggris pun saat itu demikian. Tiap anggota partai tampil dengan argumen masing-masing. Saling silang dengan bising dan semua punya dalil yang terdengar benar. Tetapi ketika pertempuran kata usai dan hasil kerja Full Fact dicek, ketahuanlah ocehan anggota parlemen ada yang benar dan banyak yang ngibul.

Seorang politisi yang dengan fasih dan amat meyakinkan, menyatakan tentang adanya tambahan 10.000 lebih tempat pelatihan pelayanan keperawatan National Health Service. Full Fact menuding itu bohong. Ternyata angka-angka tersebut sebenarnya merupakan ambisi pemerintah untuk menambah kursus perawatan, kebidanan dan kesehatan anak, pada tahun 2020 kelak,” sambung orang itu dengan yakin dan meyakinkan serta mengagumkan.

“Nah, kalau Full Fack sudah dijual kita harus beli agar anggota DPR kita tidak seperti beo. Ucapannya terdengar tetapi belum tentu benar. Menurut istilah mendiang Pangkopkamtib Jenderal Sudomo, asbun. Asal bunyi,” kata Dul Karung sambil pergi meninggalkan warung. (syahsr@gmail.com )*