Thursday, 24 August 2017

Nyonya Meneer Berdiri 98 Tahun, Dipailitkan?

Sabtu, 12 Agustus 2017 — 7:40 WIB
nyonyamener

INGAT iklan jamu Nyonya Meneer, yang berdiri sejak tahun 1919? Ternyata kini, setelah capek berdiri selama 98 tahun, akhirnya tak mampu berdiri lagi. Bukan karena loyo, melainkan dinyatakan pailit oleh Pengadilan. Paling ironis, perusahan jamu terlawas di Indonesia yang punya aset Rp16 triliun itu dipailitkan gara-gara utang hanya Rp7 miliar. Adakah sindikat atau mafia kepailitan bermain?

Jamu Jawa cap portret Nyonya Meneer dari Semarang ini sama terkenalnya dengan Jamu Cap Jago, Sido Muncul, dan Air Mancur dari Wonogiri. Tapi kata Rhenald Kasali, pakar manajemen, sementara perusahaan jamu pesaingnya terus bebenah di era globalisasi ini, Nyonya Meneer tidak mau berinovasi. Ini terjadi setelah Ny. Meneer pendirinya meninggal tahun 1978.

Pewarisnya hanya meneruskan apa yang diproduksi orangtuanya dulu, tidak berusaha menemukan gagasan-gagasan baru. Padahal selera konsumen terus berubah mengikuti tuntutan zaman.

Orang dulu masih suka jamu paitan, orang masa kini senang yang model praktis dan manis, sehingga jamu bentuk kapsul jadi pilihan. Tapi jamu Nyonya Meneer tetap bertahan dengan cara lawas.

Akibatnya konsumen mulai meninggalkan. Untuk bertahan agar usaha tetap jalan, dimodali dengan utang. Dan ketika itu pada seorang investor mencapai Rp7 miliar, ternyata terjadi wanprestasi (tak bisa bayar). Sampailah ke Pengadilan dan kemudian dinyatakan pailit, dan 1.100 karyawannya pun terancam nganggur.

Tentu saja keluarga Nyonya Meneer tidak puas atas putusan hakim itu. Bagaimana mungkin, aset perusahaan mencapai Rp16 triliun kok bisa dipailitkan hanya soal utang piutang senilai Rp7 miliar. Karena itulah mereka kasasi, demi menyelamatkan usaha jamu legendaris itu.

Kata pakar hukum Yusril Ihza Mahendra, dewasa ini UU No. 37/2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Hutang banyak disalahtafsirkan. Mafia hukum pun bermain, mempailitkan perusahaan-perusahaan yang sebenarnya masih sehat. Mereka terdiri dari oknum bank, pengacara, kurator, dan pengadilan niaga.

Setelah vonis pailit dijatuhan Pengadilan, mafia tersebut melelang aset perusahaan atau perseorangan dengan murah. Pembelinya pun adalah bagian dari oknum yang membeli dengan cara kolusi dengan kurator. Dikhawatirkan yang terjadi di Jamu Nyonya Meneer juga seperti itu. – slontrot