Monday, 23 October 2017

Polisi Peduli Sosial Bisa jadi Gerakan Massal

Sabtu, 12 Agustus 2017 — 5:37 WIB

NENEK Asminah, 82, menangis terharu ketika Kapolres Jakarta Utara, Kombes Dwiyono bersama istri mendatangi rumahnya di Kampung Berok, RT 03/05, Panjaringan, Jakarta Utara, Jumat (11/8) pagi. Tidak itu saja, Kombes Dwiyono yang berpakaian dinas dan istrinya berseragam Bhayangkari, jongkok kemudian menyalami nenek Asminah yang duduk di kursi.

Kapolres Jakarta Utara yang didampingi Kapolsek Metro Penjaringan ,AKBP Anwar Haidar, datang untuk menyampaikan maksud merehab rumah nenek Asminah yang hanya terbuat dari seng triplek bekas.

Mendapat perlakukan sedemikian rupa, apalagi rumahnya mau diperbaiki, nenek Asminah yang hidup sebatang kara, tak kuasa menahan air mata.

Program bedah rumah ini sudah dua kali dilakukan Polres Jakarta Utara dalam rangka menyambut HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke – 72. Sebelumnya, Jumat (4/8) pekan lalu, rumah nenek Ruminah,71, di kawasan Cilincing.

Kami mengapresiasi langkah jajaran Polres Jakarta Utara yang mencitrakan polisi peduli sosial. Polisi peduli lingkungan memberi makna bahwa polisi tidak hanya menangani korban kejahatan, tetapi juga mereka yang menjadi korban keadaan karena ketidakmampuan ekonomi dan sosial.

Meski soal kesenjangan ekonomi, kesenjangan sosial dan kemiskinan bukan menjadi tanggungjawab Polri, tetapi kepedulian lingkungan ini menambah bobot profesionalitas polisi.
Kami melihat polisi peduli sosial perlu menjadi gerakan massal karena akan mendatangkan rasa simpati dari masyarakat, makin mendekatkan polisi dengan masyarakat yang pada akhirnya cepat mengatrol citra polisi.

Di Jawa Timur kita menyaksikan adanya gerakan tabungan sosial yang dimotori Satuan Lantas Polrestabes Surabaya. Seluruh anggota satlantas dengan sukarela menabung dan hasilnya akan disumbangkan kepada yang membutuhkan. Ini bentuk kepedulian sosial dengan menyisisihkan sedikit rezeki untuk diberikan kepada sesama.

Di Jawa Barat, pada Ramadhan lalu seorang perwira polisi di sela tugasnya, 2 kali seminggu menyusuri jalan memberikan makanan, minuman dan pakaian kepada para pengemis dan gelandangan serta penderita ganggguan mental. Tak jarang AKP Benny Cahyadi, Kasat Reskrim Polres Cianjur ini mengajak serta putranya ketika memberikan santunan. Video aksi sosial yang diunggah ke medsos pun menjadi viral dan menuai pujian.

Kita meyakini masih banyak sosok polisi yang memiliki rasa tanggungjawab sosial kepada lingkungannya. Kalau masing – masing pejabat, kepala kewilyahan dan kesatuan di jajaran Polri meneladani kepedulian sosial, akan mampu menggerakan dan meningkatkan solidaritas sosial. Saat ini solidaritas sosial sangat dibutuhkan untuk membangun kebersamaan. (*)