Friday, 24 November 2017

Terungkap Penyebab Berkembangbiaknya Hama Klowor pada Padi

Sabtu, 12 Agustus 2017 — 12:51 WIB
Tanaman padi milik petani yang mati akibat diserang hama (taryani)

Tanaman padi milik petani yang mati akibat diserang hama (taryani)

INDRAMAYU (Pos Kota) – Terungkap penyebab berkembangbiaknya Hama Klowor  atau Virus Kerdil yang menjadi momok menakutkan para petani Indramayu, lantaran dampak serangan hama itu bisa mematikan tanaman padi.

Berdasarkan  kesimpulan rapat sosialisasi penyuluhan pertanian secara optimal yang diikuti para petani di Kecamatan Haurgeulis, Jum’at (11/8), Kepala Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Haurgeulis, Momo Rusmawan, menyebut, salah satu  penyebab serangan Hama Klowor atau Virus Kerdil pada tanaman padi itu karena perlakuan para petani saat melakukan pengolahan tanah atau pembajakan tanah pada Musim Tanam  (MT) Gadu cenderung asal-asalan atau pembajakan yang tidak sempurna.

Pengolahan tanah yang tidak sempurna, seperti dami atau tanaman padi sehabis dipanen yang hanya diratakan saja membuat  tanah tidak terbalik, kata Momo Rusmawan hal itu imbasnya menjaidkan struktur tanah masih keras. Faktor lainnya yang membuat serangan Hama Klowor berkembang biak di pesawahan petani Indramayu karena  kurangnya jumlah penggunaan pupuk alami atau kompos pada lahan sawah MT Gadu atau MT Kedua.

Sehingga katanya dampaknya potential of Hydroge (pH)  atau derajat keasaman tanah menjadi rendah. “Jalan keluar yang dianjurkan kepada para petani agar tanaman padi tidak diserang  Hama Klowor atau Virus Kerdil adalah melakukan pembajakan  tanah atau pengolahan tanah pada MT Kedua dengan sempurna. Selain itu pemberian Kapur Pertanian (Kaptan)  atau pengapuran pada tanah dalam jumlah yang seimbang serta pemberian kompos atau pupuk alami dalam jumlah yang cukup,” ujarnya.

Dikatakan, BPP Kecamatan Haurgeulis, Kabupaten Indramayu rutin mensosialisasikan atau memberikan penyuluhan secara optimal kepada para petani,  guna mewujudkan petani-petani  di Kabupaten  Indramayu  yang mengerti dan memahami profesionalisme petani, dalam rangka menyukseskan program ketahanan pangan nasional. (taryani/win)