Saturday, 19 August 2017

Warga Indramayu Krisis Air Bersih

Sabtu, 12 Agustus 2017 — 8:42 WIB
Kran-air-macet-300x258

INDRAMAYU (Pos Kota) – Dampak musim kemarau mulai dirasakan warga Kota Indramayu, Jawa Barat, terutama yang tinggal di komplek-komplek perumahan.

Seumur hidup mereka mengandalkan air ledeng, langganan PDAM Indramayu. Mereka sama sekali tidak memiliki sumur tanah. Akibatnya ketika pasokan air ledeng melalui kran-kran di rumah terganggu, ribuan warga Kota Indramayu itu kelabakan.

“Sudah beberapa hari ini air ledeng berhenti mengalir ke rumah sehingga dalam sehari hanya mandi sekali karena air di bak mandi kosong,” kata Edi,43.

Dikatakan, warga Perumahan Marga Laksana, Kelurahan Margadadi sudah banyak yang melaporkan air tak ngocor. Namun belum mendapatkan tanggapan serius dari PDAM Indramayu. Oleh karena itu sejumlah penghuni perumahan itu terpaksa membeli air galon isi ulang untuk keperluan keluarga.

Yang bikin miris, sudah tahu air ledeng mengalir sangat kecil, tega-teganya tetangga menyedot air ledeng dengan pompa mesin. Dampaknya air ledeng di sebelah rumah tak mengalir sama sekali.

Mengecilnya debit air PDAM Indramayu salah satunya disebabkan karena tak berfungsinya Bendung Karet Bangkir, lantaran salah satu dari 3 karet penahan air pecah dan belum diperbaiki.

Humas PDAM Indramau Dodi dihubungi membenarkan, terganggunya pasokan air karena jumlah sisa air baku terbatas. Ia berharap pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk secepatnya memperbaiki Bendung Karet Bangkir supaya dapat menampung air baku Sungai Cimanuk dalam jumlah yang mencukupi.

Pemantauan Pos Kota, mengamati, untuk menghindari air baku Sungai Cimanuk terbuang ke laut diupayakan membuat tanggul darurat menggunakan tumpukan karung berisi pasir.

Selain memasang tanggul darurat, para pekerja tampak mulai beraktifitas memasang gelembung karet yang baru menggantikan gelembung karet lama yang rusak atau bocor sehingga tak berfungsi membendung air baku Sungai Cimanuk. (taryani)