Wednesday, 13 December 2017

Dinda, Delapan Bulan Tergolek Sakit Butuh Bantuan

Minggu, 13 Agustus 2017 — 8:04 WIB
Dinda Wandasari bocah yang didiagnosa dokter menderita penyakit manginitis tergolek tak berdaya di rumah kontrakan di Pamulang Timur, Pamulang. (anton)

Dinda Wandasari bocah yang didiagnosa dokter menderita penyakit manginitis tergolek tak berdaya di rumah kontrakan di Pamulang Timur, Pamulang. (anton)

TANGERANG (Pos Kota) – Dinda Wandasari,9, warga miskin yang hidup di rumah kontrakan di kawasan Kelurahan Pamulang Timur, Tangerang Selatan sudah lebih dari delapan bulan tak berdaya dengan selang infus di tangan dan terbaring lelah di tempat tidur . Dia sangat membutuhan uluran tangan dermawan.

“Kami sudah tidak dapat berbuat apa-apa karena semua upaya sudah saya lakukan mulai dirawat di Rumah Sakit Maya Pada hingga Rumah Sakit Fatmawati selam satu bulan lebih,” kata Ny. Yuni Ramdani, ibu Dinda Wandasri yang sehari-hari bekerja sebagai pejahit pakaian di rumah kontrakannya, Sabtu (12/8).

Kondisi Dinda memang terus menerus menurun setelah divonis dokter menderita penyakit meningitis atau radang selaput otak sejak delapan bulan lalu. Biaya untuk merawat buah hatinya tergolong mahal. Oleh karena ituengan terpaksa setelah sempat mendapatkan perawatan di dua rumah sakit tersebut harus dibawa pulang ke rumah.

“Ya begini kondisinya walau pun berat harus dijaga,” ujar Ny. Yuni R yang mengaku Dinda sendiri tidak dapat makan dan minum hanya dibantu cairan infus melalui selang serta hanya dapat menanggis menahan rasa sakit.

SETIAP HARI RATUSAN RIBU

Hampir setiap minggu harus mengeluarkan biaya jutaan rupiah untuk mengobati putrinya “Saat di rawat biaya menebus obat sehari bisa membutuhkan puluhan bahkan ratusan ribu rupiah,” imbuhnya yang mengaku Dinda sendiri sempat koma sekitar 16 hari saat dirawat.

Presiden Tangsel Club, Uten Sutendy, Ketua Gerakan Masyarakat Miskin (Gerimis) Tangsel Bayu Noersal, Koordinatior Forum Kota Sehat, Indra Kusuma dan Ketua PWi Kota Tangsel langsung menjenguk Dinda Wandasari serta memberikan bantuan seadanya serta berharap masyarakat mampu tergerak hatinya untuk membantu meringankan beban keluarga miskin tersebut.

“Melihat kondisi ada warga yang menderita penyakit tersebut tentunya sangat prihatin dan berharap Pemkot Tangsel turun tangan secepatnya membantu meringankan beban keluarga tersebut,” kata Uten Sutendy yang juga dikenal sebagai budayawan Tangsel. (anton)