Sunday, 22 October 2017

DPR Minta Dana Rp5,7 T, Ngakunya Bertujuan Mulia

Minggu, 13 Agustus 2017 — 19:07 WIB
Fahri Hamzah, Wakil Ketua DPR.

Fahri Hamzah, Wakil Ketua DPR.

JAKARTA (poskotanews.com) –Ada saja ulah DPR, kinerjanya menjadi sorotan masyarakat karena tidak maksimal, beberapa anggotanya tertangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena diduga korupsi, penghasilannya sudah besar. Tapi kali ini anggota DPR minta apartemen.

Permintaan itu diantaranya dengan pengajuan kenaikan anggaran pada 2018 ini hingga mencapai Rp7,2 triliun. Memang tidak hanya untuk membangun apartemen tetapi juga untuk penataan kawasan DPR

DPR mengajukan kenaikan rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja di tahun 2018 mencapai 7,2 Tirilun Rupiah. Kenaikan anggaran ini ditujukan untuk penataan kawasan DPR, salah satunya pembanguna. Dengan anggaran Rp5,7 triliun itu artinya terjadi kenaikan Rp1,4 trilun dari tahun sebelumnya sebesar Rp4,3 triliun.

“Ini bertujuan mulia, agar kerja para anggota DPR menjadi maksimal,” kata Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah. Ia menambahkan, apartemen itu nantinya akan terintegrasi dengan gedung DPR sehingga anggota tidak perlu menempuh jarang yang jauh apabila harus berkantor.

Saat ini anggota DPR tinggal di rumah dinas yang lokasinya di Kalibata dan Meruya. Seluruh fasilitas rumah anggota DPR sudah dipenuhi dari mulai listrik hingga telepon. Fasilitas yang digunakan pun selalu diganti baru setiap periode.(us)