Wednesday, 24 April 2019

Ikut Kelas Inspirasi, Murid SD Senang Dikenalkan Profesi Lain

Minggu, 13 Agustus 2017 — 10:16 WIB
Pelajar Kelas VI SDN Pondok Pucung 3 diberikan Kelas Inspirasi pengenalan profesi dari Blue Bird.(ist)

Pelajar Kelas VI SDN Pondok Pucung 3 diberikan Kelas Inspirasi pengenalan profesi dari Blue Bird.(ist)

JAKARTA (Pos Kota) – Tawa sumringah dan jawaban-jawaban antusias silih berganti ketika sekitar 40 murid Kelas VI SDN Pondok Pucung 3, Pondok Aren, Tangerang Selatan, PT Blue Bird Tbk bersama Gerakan Nasional Orang Tua Asuh (GNOTA),  mengadakan travel of hope,  yakni  menggelar kelas inspirasi pengenalan profesi di Blue Bird Group serta kampanye keselamatan berlalulintas.

Kalangan murid SD pun menjawab secara bergiliran pertanyaan mengenai profesi ketika besar nanti. Ragam profesi pun disebutkan. Ada yang bercita-cita menjadi dokter, guru, pengusaha bahkan presiden. Mereka mendadak diam ketika kemudian seorang pengisi acara menyebut sejumlah profesi lain, seperti akuntan, ahli IT, dan sebagainya.

“Apakah kalian tahu profesi-profesi itu?” tanya mentor bernama, Yosa.

Sontak para murid menjawab “tidak tahu”.

Direktur Marketing PT Blue Bird Tbk, Amelia Nasution yang menjadi salah satu pengisi acara dalam kegiatan itu mengatakan, kelas Inspirasi berbagi pengalaman profesi kepada anak-anak sekolah dasar mengenai aneka profesi di industri transportasi khususnya taksi dimaksudkan agar mereka mampu mengembangkan mimpi di masa depan.

”Kita punya kewajiban moral memberikan bimbingan dan pengetahuan, salah satunya memperkenalkan berbagai profesi di Blue Bird. Yaitu pengemudi, mekanik, akuntan dan call centre officer dan profesi lain sebagai penunjang dalam industri taksi. Pengetahuan profesi ini sangat penting sebagai referensi wawasan berbagai profesi yang ada,” jelas Amelia rilis yang diterima Minggu (13/8/2017).

Menurut dia, pihaknya memiliki Pengemudi sebagai frontliner yang dilatih menjadi pengemudi profesional. Setiap pengemudi sebelumnya dibekali pengetahuan bagaimana berlalulintas yang santun, aman dan nyaman selama menjalani profesinya.

“Budaya tertib lalu lintas selain menekan angka kecelakaan hingga kematian juga sebagai cermin budaya bangsa. Ini sangat penting untuk mereka sebagai generasi penerus bangsa,” jelas Amel.

Sementara itu Kepala SDN Pondok Pucung 3, Samsunah, mengapresiasi kegiatan sosial ini. “Apa yang telah diberikan kepada murid-murid kami di sini sungguh luar bisa. Sepertinya memang sederhana, namun justru hal seperti inilah penting dilakukan agar mirid wawasannya semakin terbuka dan tidak hanya mengenal profesi-profesi yang umum saja. Sekarang mereka tahu akuntan itu apa. Customer service itu bagaimana kerjanya dan sebagainya,” tandasnya.

(adji/sir)