Thursday, 17 August 2017

Jadi Indikator Kinerja, Lurah di Kepulauan Seribu Takut Warganya Kena DBD

Minggu, 13 Agustus 2017 — 12:59 WIB
Nyamuk

Nyamuk

KEPULAUAN SERIBU (Pos Kota) – Lurah di Kepulauan Seribu akan merasa panik jika di daerahnya terdapat warga yang terkena penyakit demam berdarah dengue (DBD). Pasalnya kasus DBD menjadi indikator kinerja lurah di Kepulauan Seribu.

Lurah Pulau Untung Jawa, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, Kabupaten Kepulauan Seribu, Ade Slamet mengatakan ada kebiasaan warga yang menampungvair hujan dalam bak penampungan untuk digunakan sebagai air bersih. Kebiasaan ini menambah potensi bersarangnya nyamuk penyebab DBD.

“Banyak orang nampung air hujan. Di sini juga ada yang nampung air hujan tapi gak bnyak. Sehingga air hujan kalau tidak ditutup rapat itu nyamuk bersarang, akhirnya DBD,” kata Ade di kantornya, Minggu (13/8/2017).

Kasus penyakit akibat gigitan nyamuk aedes aegypti itu akan menjadi bahan evaluasi kinerja di setiap kelurahan di Kepulauan Seribu. Kinerja dianggap baik jika tidak ada kasus DBD yang terjadi. Karenanya, Ade menggalakan Juru Pemantau Jentik (Jumantik) di wilayahnya.

“Jadi Indikator kinerja lurah juga kalau ada masyarakat kena DBD. Saya takut kalau sudah ada orang kena DBD,” imbuh Ade.

Ade menceritakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) oleh Jumantik dilakukan setiap pekan. Hal ini untuk menekan kasus DBD terjadi di daerahnya.

“Angka jentik dulu di bawah 95 persen. Jumantik bikin PSN dua kali seminggu. Meningkat. Setelah itu Kembalikan seminggu sekali. Kalau Jumantik harus didampingi karena kalau gak didampingi, mereka gak terlalu teliti memantau jentiknya, suka kelewat,” pungkas Ade.
(ikbal/sir)