Saturday, 19 August 2017

Jokowi Minta Hati-hati Simpan Sertifikat Tanah

Minggu, 13 Agustus 2017 — 10:59 WIB
Presiden Jokowi saat menyerahkan sertifikat tanah di Gedung New Sari Utama Convention Hall, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur,  Minggu (13/8).(ist)

Presiden Jokowi saat menyerahkan sertifikat tanah di Gedung New Sari Utama Convention Hall, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur, Minggu (13/8).(ist)

JAKARTA (Pos Kota) – Presiden Jokowi meminta kepada warga berhati-hati menyimpan sertifikat tanah agar ganteng bocor tidak rusak. “Simpan sertifikat tanah ini di tempat yang aman agar kalau genteng bocor tidak rusak,” ucap Jokowi saat menyerahkan sertifikat hak atas tanah program strategis nasional di Gedung New Sari Utama Convention Hall, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur, Minggu (13/8/2017).

Hadir dalam acara itu, Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Sofyan Djalil dan Gubernur Jawa Timur Soekarwo.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden menyerahkan 2.850 sertifikat kepada warga Jawa Timur yang berasal dari Kabupaten Jember, Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Situbondo dan Kota Probolinggo.

Di Jawa Timur terdapat 2,7 juta bidang namun yang bersertifikat baru 1,065 juta bidang. “Di Provinsi Jawa Timur baru diberikan 662 ribu bidang. Tahun depan lebih banyak lagi,” terang Jokowi.

Presiden menambahkan seluruh Indonesia, Tahun 2017 pemerintah menargetkan untuk menerbitkan 5 juta sertifikat. “Tahun depan 7 juta (sertifikat), tahun depannya lagi 9 juta (sertifikat),” kata Jokowi.

Sertifikat hak milik atas tanah adalah tanda bukti hak hukum atas tanah yang telah dimiliki. “Kalau sudah pegang sertifikat harus mengerti luasnya, harus hafal letaknya dimana, harus ngerti,” kata Presiden.

Presiden memahami bila ada pemilik sertifikat yang ingin mengagunkan sertifikatnya ke bank. Namun harus dimanfaatkan untuk menambah modal usaha atau hal yang produktif bukan untuk membeli mobil atau motor. “Tolong dikalkulasi betul. Bisa enggak bayar cicilan bulanan. Kalau tidak bisa jangan, nanti hilang sertifikatnya,” ucap mantan gubernur DKI.

(johara/sir)