Sunday, 22 October 2017

Jokowi: Tak Ada Keharusan Sekolah 5 Hari

Minggu, 13 Agustus 2017 — 19:20 WIB
Presiden Jokowi saat membagikan 1.725 Kartu Indonesia Pintar di SMP Negeri 7 Jember,  Jawa Timur,  Minggu (13/8). (ist)

Presiden Jokowi saat membagikan 1.725 Kartu Indonesia Pintar di SMP Negeri 7 Jember, Jawa Timur, Minggu (13/8). (ist)

JAKARTA (Pos Kota) – Presiden Jokowi menegaskan tidak ada keharusan untuk menerapkan lima hari sekolah (full day school). Yang selama ini enam hari silakan lanjutkan, tidak perlu berubah sampai lima hari.

Penegasan itu disampaikan Jokowi usai membagikan 1.725 Kartu Indonesia Pintar di SMP Negeri 7 Jember, Jawa Timur, Minggu (13/8/2017). “Ini untuk kedua kalinya ingin saya sampaikan (yang masih ditanyakan) mengenai lima hari sekolah. Perlu saya sampaikan, perlu saya tegaskan lagi bahwa tidak ada keharusan untuk lima hari sekolah,” kata Jokowi.

Kepala Negara tetap memberikan izin kepada sekolah-sekolah yang telah menerapkan kebijakan “full day school “Namun dengan syarat, kebijakan tersebut harus diterima oleh masyarakat dan para tokoh agama setempat.

“Yang selama ini enam hari silakan lanjutkan. Tidak perlu berubah sampai lima hari. Yang sudah lima hari dan itu kalau memang diinginkan oleh semua pihak ya silakan diteruskan. Kalau diinginkan oleh masyarakat dan ulama silakan,” tutur mantan gubernur DKI Jakarta ini.

Saat membagikan KIP (Kartu Indonesia Pintar) di SMP Negeri 7, Jokowi mengingatkan siswa sekolah untuk rajin belajar. “Belajar yang baik karena masa depanmu akan terbentang luas kalau anak-anak belajar dengan baik. Jangan lupa selalu berdoa dan juga berolahraga agar tubuh kita sehat,” ucap presiden.

Adapun KIP yang dibagikan di Jember ini sebanyak 1.725, yakni 500 untuk siswa SD, 473 untuk siswa SMP, 300 untuk siswa SMA, 300 siswa SMK dan 152 untuk Paket k B dan C.

Besarnya bantuan yang diberikan berbeda-beda, yakni siswa SD mendapatkan bantuan Rp450 ribu, siswa SMP menerima Rp750 ribu dan siswa SMA/SMK mendapatkan Rp1 juta.

Turut mendampingi Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Sofyan Djalil dan Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki dan Gubernur Jawa Timur Soekarwo. (johara/yp)