Saturday, 25 November 2017

Kawasan Pulau Bersih, Wisatawan Bahari Meningkat

Minggu, 13 Agustus 2017 — 12:55 WIB
Keindahan Pantai Perawan di Pulau Pari menarik perhatian wisatawan. (joko)

Keindahan Pantai Perawan di Pulau Pari menarik perhatian wisatawan. (joko)

JAKARTA (Pos Kota) – Seiring meningkatnya kebersihan di kawasan pulau di Kabupaten Kep. Seribu, maka jumlah wisatawan melonjak tinggi. Contohnya, Pulau Untung Jawa yang luasnya cuma 40 hektar namun kunjungan per bulannya tembus hampir 50 ribu orang.

Lurah Untung Jawa, Ade Slamet mengatakan sejak beberapa tahun terakhir kunjungan wisatawan meningkat signifikan. “Contohnya selama liburan Lebaran, di pulau ini dikunjungi 47 ribu wisatawan sehingga tingkat huniannya jadi padat,” ujar Lurah Ade Slamet di kantornya, Minggu (13/8). Pulau Untung Jawa yang luasnya setara dengan arena PT Jiexpo Kemayoran, dihuni sekitar 2.500 penduduk.

Wisatawan bahari yang berkunjung ke Pulau Untung Jawa, kata Ade, didominasi kelas ekonomi menengah ke bawah. “Mereka umumnya warga Jabodetabek yang berangkat dari Pelabuhan Muara Angke menggunakan kapal tradisional yang ongkosnya sekitar Rp 35 ribu/orang,” paparnya. Sedangkan warga kelas menengah, lebih banyak menuju Pulau Pari yang terkenal dengan Pantai Perawan. Mereka umumnya berangkat dari Pantai Marina Ancol menggunakan motorboat yang tarifnya sekitar Rp 175 ribu/orang.

 

 
Sebagian besar warga di seluruh pulau hunian Kabupaten Kep. Seribu, kini makin optimis mengandalkan hidup dari usaha wisata. Mereka membangun ratusan home stay yang disewakan untuk wisatawan asing maupun lokal. Selain itu, juga membuka usaha event organizer kepariwisataan bahari seperti snorkling, outbond, termasuk sewa sepeda, dan lainnya. Sedangkan kaum perempuan buka usaha warung untuk kebutuhan pangan wisatawan maupun warga setempat.

Baik warga Pulau Untung Jawa maupun Pulau Pari merasa bersyukur usaha wisatanya kini meningkat. “Seluruh warga wajib menjaga kebersihan lingkungan, terbukti meningkatkan kunjungan turis,” ujar Marhasan, satu pemilik home stay di Pulau Pari. Kini, setiap rumah hunian maupun home stay di depannya berjejer rapi tong sampah. Secara kontinu petugas Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) mengangkut sampah tersebut pakai gerobak motor. “Tidak ada lagi warga yang buang sampah sembarangan,” tambahnya.

Sebagian besar home stay berupa rumah satu lantai terdiri dari dua kamar tidur ber-AC, kamar mandi, dan ruang tamu. “Untuk hari libur Sabtu dan Minggu harga sewa sekitar Rp 600 ribu/hari, sedangkan hari kerja cuma Rp 450 ribu. Satu home stay bisa dihuni sampai sepuluh orang,” ujar Marliyah, pengusaha rumah singgah dan jajanan khas Kep. Seribu yakni sukun goreng. Bagi wisatawan yang ingin lebih berhemat bisa tidur di tenda sewaan yang berjejer di Pantai Perawan dengan tarif Rp 50 ribu.

(joko/sir)