Monday, 11 December 2017

Penyelundupan Ratusan Kayu Ilegal di Sungai Barito Digagalkan

Minggu, 13 Agustus 2017 — 16:56 WIB
Dirpolair Mabes Polri Brigjen Drs. Lotharia Latif berhasil mengungkap kasus illegal loging di Kalimantan Selatan serta menangkap pelakunya. (Angga)

Dirpolair Mabes Polri Brigjen Drs. Lotharia Latif berhasil mengungkap kasus illegal loging di Kalimantan Selatan serta menangkap pelakunya. (Angga)

JAKARTA (Pos Kota) – Anggota Subdit Gakkum Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri, berhasil menggagalkan penyelundupan kayu ilegal loging di perairan Sungai Barito, Desa Talaran, Kabupaten Batola, Kalimantan Selatan, Minggu (13/8).

Petugas berhasil menyita ratusan batang pohon campuran kayu bulat dan meranti.

Menurut Direktur Polair Korpolairud Baharkam Polri, Brigjen Drs. Lotharia Latif pihaknya mendapatkan  informasi dari  masyarakat tentang upaya penyelundupan kayu ilegal di perairan Sungai Barito.

Selanjutnya, unit Lidik dan Tindak langsung diturunkan untuk melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil terungkap.

Kelima pelaku berhasil diamankan yaitu Jafar (JF), Saumil (SA), Rahimin (RH), Nuim Hidayat (NH), dan Sudirman (SD). “Kita juga mengamankan ratusan kayu batang pohon bulat dan miranti tanpa dokumen, lalu tiga unit kapal¬† motor,” ujar Brigjen Drs. Lotharia Latief, dalam keterangan persnya, Minggu (13/8/2017).

Brigjen Drs. Lotharia Latif mengungkapkan pada saat ditemukan ratusan glondongan batang pohon campuran dalam bentuk rakit di perairan Sungai Barito.

“Hasil pemeriksaan anggota dilapangan terhadap dokumen kayu ditemukan dokemun berupa nota angkutan kayu bulat dan terdapat kayu jenis meranti tidak dilengkapi dokumen. Total kayu meranti serta kayu hasil kebun berjumlah sekitar 3.000 kubik ,”ungkapnya. “Para pelaku dikenakan Pasal 83 ayat 1 huruf b UU RI No.18 Tahun 2013 tentang pencegahan perusakan hutan ancaman pidana paling lama 5 tahun denda maksimal Rp. 2,5 Milliar.” (Angga/tri)