Monday, 23 October 2017

Presiden Xi Jinping Desak Trump dan Korut Menahan Diri

Minggu, 13 Agustus 2017 — 13:10 WIB
Presiden China Xi Jinping.(BBC)

Presiden China Xi Jinping.(BBC)

Presiden Cina Xi Jinping telah mendesak Presiden AS Donald Trump dan Korea Utara untuk menghindari “kata-kata dan tindakan” yang dapat memperburuk situasi, seperti diberitakan media.

Trump dan Korea Utara saling menyampaikan retorika permusuhan, dengan presiden AS mengancam untuk menghujani Korea Utara dengan “tembakan dan kemarahan”.

Tetapi Cina, yang merupakan satu-satunya sekutu Korea Utara, medesak agar masing-masing menahan diri.

Seperti diberitakan media Cina, dalam percakapan melalui telepon Xi mengatakan kepada Trump bahwa “seluruh pihak yang bersangkutan” harus menghentikan “ucapan dan tindakan” yang dapat memperuncing suasana.

Xi juga menekankan bahwa Cina dan AS memiliki “kepentingan yang sama” mengenai denuklirisasi dan menjaga perdamaian di semenjanjung Korea.

Tidak disebutkan apa yang disampaikan Gedung Putih dalam percakapan telepon dua pemimpin negara itu.

Hanya ditekankan bahwa dua pemimpin negara itu memiliki hubungan yang dekat, yang “harapannya dapat memimpin untuk menghasilkan resolusi perdamaian dalam masalah Korea Utara”.

Sebelumnya Presiden Trump mencela Cina karena tidak menahan Korea Utara melakukan uji coba , dengan mengatakan bahwa negara itu dapat melakukan “lebih banyak”.

Pernyataan gedung putih mengatakan AS dan Cina sepakat bahwa Korea Utara harus menghentikan “perilaku provokatif dan meluas”.

Pejabat Korea Utara menyampaikan pernyataan melalui kantor berita milik pemerintah KCNA pada Sabtu (12/08) yang menyebutkan pemerintahan Trump “harus berbicara dan bertindak yang pantas,” jika tidak ingin “imperium Amerika menemui malapetaka yang tragis”.

Ketegangan yang terjadi akibat program nuklir Korea Utara yang berkepanjangan semakin memburuk ketika Korut melakukan uji rudal balistik antar benua pada Juli lalu.

Korut juga marah kepada keputusan PBB untuk meningkatkan sanki ekonomi terhadap negara tersebut, pekan lalu.(Tri/BBC)